wali kota depok

Pradi & Hamzah Sama-Sama Ingin Maju Jadi Wali Kota Depok

33

DEPOK- Ketua Komisi A DPRD Kota Depok dari Partai Gerindra, Hamzah memberi sinyal untuk maju menjadi bakal calon wali Kota Depok 2020 mendatang.

“Sebagai kader Partai Gerindra saya siap bila DPP Partai Gerindra memberikan kepercayaan kepada saya, untuk maju di Pilkada Depok. Baik sebagai wali kota ataupun wakil wali kota,” ucap Hamzah, Rabu petang, 9 Oktober 2019.

Dirinya juga mengaku telah beberapa kali dipanggil oleh DPP Gerindra untuk membahas Pilkada Depok. Pada intinya, partai meminta kepada kader untuk menaikkan elektabilitas, baru kemudian nantinya Gerindra akan melakukan survei internal siapa yang memiliki elektabilitas tertinggi.

“DPP akan melakukan survei internal, siapa yang memiliki elektabilitas paling tinggi maka akan diberikan rekomendasi dan tidak sembarangan. Maka dari itu semua kader-kader Partai Gerindra dengan catatan dan harus digarisbawahi bahwa kader harus masuk serta harus dicalonkan. Partai ini tidak untuk disewakan tapi kader yang harus maju,” bebernya.

Hamzah pun menyebut bahwa ada lima kader yang telah dipanggil oleh DPP namun tidak bersamaan. Lima kader itu adalah Pradi Supriatna, Nuroji, Yeti Wulandari, Abdul Harris Bobihoe, dan dirinya sendiri.

Anggota DPRD Kota Depok dari Dapil Tapos-Cilodong ini mengaku telah dipanggil tiga kali oleh DPP. Bakal calon wali kota sendiri diminta untuk konsolidasi serta sosialisasi demi menaikkan elektabilitas.

“Dari lima nama ini akan mengerucut menjadi satu nama dan semuanya diminta untuk melakukan sosialisasi,” tegasnya.

Saat ditanyakan apakah dirinya siap untuk mundur dari anggota DPRD Kota Depok bila dicalonkan di Pilkada Depok 2020, Hamzah menegaskan akan siap menjalankan apapun yang diperintahkan oleh partai.

“Kalau partai sudah memerintahkan, tidak ada satupun yang bisa mengelak. Ya kita harus menjalankan itu,” tegasnya.

Sementara itu, Pradi Supriatna selaku Ketua DPC Gerindra menanggapi ihwal majunya Hamzah ke Pilkada 2020. Dia mengatakan dari sisi politik setiap warga negara punya hak untuk menginginkan posisi lebih.

“Namun di sini kan ada organisasi, kami kan ada partai yang mengatur segala hak dan kewajiban. Apalagi ini partai besar, tentunya kami diatur dalam undang-undang partai terkait dengan keinginan masing-masing baik pengurus maupun dewan termasuk kami (Pradi-red) yang berada di eksekutif (untuk maju dalam Pilkada-red),” paparnya.

Pradi mengatakan, dengan bermodal 10 kursi anggota DPRD Kota Depok, Partai Gerindra berpotensi memunculkan kader internal untuk mencalonkan diri sebagai kandidat Wali Kota Depok periode 2021-2026.

Baca Juga: Nuroji Ogah Jadi Wali Kota Depok, Ini Alasannya

“Konstelasi terus bergulir dan kami melihat keberagaman orang-orang yang ingin tampil (di pilkada-red). Dalam waktu dekat ini tidak ada salahnya kami yang selama ini punya keinginan untuk bisa direalisasikan di masyarakat untuk mendeklarasikan secara kepartaian untuk menyatakan kesiapan memajukan calon dari internal partai secara resmi,” terangnya.

Saat disinggung terkait nama-nama yang didorong untuk maju dalam kontestasi politik tersebut, Pradi menegaskan pihaknya tidak mendorong melainkan mempersilahkan bagi siapa baik kader maupun pengurus yang ingin maju sebagai kontestan silahkan berjuang untuk membranding di masyarakat.

“Kami sudah beri peluang jauh-jauh hari silahkan, namun belum ada yang memberanikan diri ada di ranah eksekutif sebagai calon. Baru kemarin saya cukup bahwa Hamzah tertarik maju di Pilkada Depok,” katanya.

Namun, di sisi lain Pradi menegaskan siap bersaing dengan siapa pun baik internal maupun eksternal Partai. Dirinya pun mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah parpol yang ada di Kota Depok untuk berkoalisi.

“Saya siap untuk bersaing dengan dengan siapapun tapi kembali lagi kepada keputusan DPP. Sejauh ini saya sebagai Ketua DPC Gerindra Depok telah menjalin komunikasi dengan parpol lain untuk pertarungan di Pilkada Depok,” ujarnya.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lebih Tahu Depok