Selama Mengungsi, Warga Tertimpa Tower Roboh Diberi Rp2 Juta Per Bulan

8

DEPOK- Didi, Ketua RW 21, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok memperkirakan enam rumah yang sebagian hancur akibat tertimpa menara base transceiver station (BTS) akan selesai direnovasi selama dua bulan.

Menara tersebut diketahui milik PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel, salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk. Salah satu bisnis yang dijalankan Mitratel adalah sewa menara telekomunikasi kepada operator atau provider.

Didi mengatakan saat ini warga penghuni rumah ada yang mengungsi ke kontrakan bahkan ke hotel untuk tinggal sementara. Pihak pengelola menara, kata dia, akan membiayai seluruh perbaikan rumah yang tertimpa.

“Rumah yang hancur didata semua kerusakannya, untuk siap diganti kemudian diberikan tempat kontrakan. Satu bulannya dikasih budgetnya Rp2 juta dan juga dikasih uang makan,” kata Didi saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat 8 November 2019.

Dia menjelaskan apabila perbaikan lebih dari dua bulan, maka pihak pengelola menara BTS akan memperpanjang biaya sewa kontrakan.

Sementara itu, salah satu pihak pengelola menara Iqbal menegaskan pihaknya telah melakukan penilaian dan evaluasi terkait rumah-rumah warga yang menjadi korban.

Selain menempatkan warga di hotel, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan dokter untuk trauma healing kepada mereka.

“Mereka ada yang masih shock oleh sebab itu kami berikan pengobatan untuk trauma healingnya. Walaupun mereka pasrah kejadian ini sebagai musibah. Pembersihan puing-puing juga sudah dilakukan kemarin. Pengangkatan tower juga dilakukan,” katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya hujan deras disertai angin puting beliung terjadi sekitar pukul 16.00 WIB menyebabkan menara BTS yang berlokasi di Jalan Keadilan Gang Sosial III, Sukmajaya terhempas dan menimpa enam rumah warga.

Menara BTS tersebut dilaporkan bukan hanya milik satu provider melainkan disewa oleh beberapa provider.

Pantauan di lokasi kejadian, kerusakan parah terlihat di bagian atap rumah warga. Posisi tower berada di samping kiri rumah warga. Apabila melewati Jalan Ir Haji Djuanda arah Pasar Agung Depok, tower tersebut jelas terlihat di sebelah kiri Jalan.

Tower tersebut, selama ini dipagari besi dan terkunci. Menurut warga sekitar, diduga tower itu tidak kuat menahan angin puting beliung hingga terhempas dan menimpa rumah warga. Saat kejadian, listrik di sekitar lokasi kejadian mati total. Beruntung tidak ada korban jiwa.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Lebih Tahu Depok