Depok Terapkan PTM Terbatas, Selain Kantin Ditutup, Pedagang Jajanan Dilarang Jualan di Sekitar Sekolah

13

DEPOK24JAM , – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah mulai melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Namun demikian, kantin sekolah tidak diperbolehkan untuk buka.

Untuk sementara waktu, Pemkot pun meminta penjual jajanan di luar sekolah tidak menjual di lingkungan sekolah.

“Mohon maaf kepada sahabat-sahabat warga yang melakukan aktivitas itu (berdagang di daerah sekitar sekolah). Untuk sementara pada masa transisi ini tidak diperbolehkan berjualan di sekitar sekolah,” ucap Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Rabu, 6 Oktober 2021.

Selain itu, aturan terkait PTM terbatas ini hanya mengizinkan siswa untuk minum dan dilarang membawa makanan. Hal ini untuk menghindari penyaluran secara droplet.

Adapun dalam pelaksanaannya, siswa diperbolehkan masuk kelas hanya dua hari dalam seminggu. PTM terbatas pun dilakukan hanya 120 menit dalam sehari.

“Dalam Peraturan Wali Kota sudah diatur, anak hanya diberikan minum dan tidak boleh makan, karena ketika makan pasti buka masker. Kantin pun tutup. Tempat jualan juga.”

Pemkot Depok mengizinkan PTM terbatas dihadiri oleh maksimal 50 persen siswa. Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Anyelir 1 Sri Suparni mengklaim, PTM terbatas yang dilakukan di sekolah yang dipimpinnya berjalan lancar tanpa kendala.

Pihaknya telah mengatur pembagian jam kedatangan dan kepulangan siswa untuk memastikan protokol kesehatan tetap terjaga. Siswa pun diwajibkan cek suhu dan cuci tangan serta memakai masker.

“Jam masuk keluarnya kita bedakan karena mengantisipasi kerumuman, walaupun satu sesi tapi jadwal kedatangan kami atur. Kepulangan juga tidak bersamaan,” terang Sri Suparni.

Sri menerangkan, untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan pada jam kepulangan, pihak sekolah akan mengizinkan siswa yang di jemput untuk pulang. Sedangkan, siswa yang belum dijemput diarahkan untuk tetap berada di area sekolah.

“Siswa yang pulang itu yang sudah dijemput orang tua. Kita tidak lepas dari siswa kalau tidak dijemput untuk antisipasi anak main di luar atau di luar bercampur dengan orang,” bebernya.

Pihak juga sekolah tidak mengizinkan siswa maupun guru datang ke sekolah jika ada anggota keluarga yang sakit.

“Jika ada keluhan terhadap anak walaupun hanya menuntut anak tidak boleh ke sekolah. Bahkan jika yang sakit anggota keluarga misalnya dan ada kemungkinan kemungkinan terpapar jadi anak juga kami menyarankan untuk tidak datang ke sekolah walau anaknya sehat,” ucap Sri.




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

depok24jam