DEPOK24JAM,- Sejumlah wilayah di Depok masih terdampak banjir, termasuk di Tanah Baru, Beji. Meski air di kawasan tersebut mulai surut sejak kemarin, masih ada 40 titik banjir yang tersebar di kota ini, terutama di sepanjang aliran sungai. Akibatnya, sekitar 817 kepala keluarga (KK) merasakan dampaknya.
Wali Kota Depok, Supian Suri, yang meninjau banjir di Tanah Baru pada Rabu, 5 Maret 2025, menjelaskan bahwa penyebab utama genangan air adalah pendangkalan saluran. Kondisi ini menghambat aliran air dan membuatnya meluap ke jalan serta permukiman warga.
“Kalau aliran air lancar, banjir seharusnya bisa dicegah. Tapi ada beberapa titik yang tersumbat, termasuk kolam pancing yang perlu segera dinormalisasi. Saya sudah meminta Dinas PUPR untuk menanganinya,” kata Supian.
Untuk mengatasi masalah ini, ia menginstruksikan dinas terkait agar bekerja sama dalam penanganan banjir. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok juga diminta berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mempercepat respons terhadap bencana.
“Kita sudah meminta Damkar untuk berkolaborasi dengan BNPB supaya penanganan lebih cepat,” tambahnya.
Supian juga menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan banjir. Ia mengingatkan warga agar tidak membuang sampah sembarangan, karena penyumbatan saluran akibat sampah menjadi salah satu pemicu utama banjir.
“Kita semua tahu solusinya, jangan buang sampah sembarangan. Kesadaran ini harus ditanamkan. Selain itu, saya meminta para lurah untuk rutin membersihkan saluran air, jangan menunggu sampai banjir terjadi baru bergerak,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sumur resapan untuk membantu mengurangi genangan air. Meskipun program ini sudah berjalan, ia menilai masih perlu diperkuat agar lebih efektif.
“Kita harus konsisten dalam menjaga lingkungan. Semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat, hingga masyarakat, harus ikut berperan agar kondisi seperti ini bisa dicegah,” tutupnya.

