DEPOK- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau akrab disapa Cing Ikah mengajak seluruh warga Depok untuk ikut memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Kota Depok ke-26 yang jatuh pada 27 April 2025. Seluruh elemen masyarakat termasuk tenaga kesehatan (nakes) untuk bisa ikut memeriahkan HUT Depok. Selain HUT, Depok juga memiliki agenda tahunan yaitu ‘Lebaran Depok’ yang digelar Mei 2025.
“Kami berharap mudah-mudahan kolaborasi, kerjasama, kemudian hubungan baik ini dari pemerintah dengan rumah sakit bisa membawa dampak yang positif untuk bagaimana mengenalkan Depok kepada masyarakat luar. Sehingga betul-betul ulang tahun Depok bisa dirasakan oleh semua kalangan,” kata Cing Ikah saat menghadiri acara Halal Bi Halal di RS Grha Permata Ibu (GPI), Selasa 2 April 2025.
Istri Wali Kota Depok Supian Suri itu mengajak para nakes agar turut menyebarluaskan informasi tersebut ke masyarakat. Sehingga pada dua acara besar itu akan dihadiri banyak warga. Dalam rangka rankaian HUT, akan diberikan paket sembako sebanyak 6.000 paket. Sasaran penerima yaitu anak-anak stunting, panti asuhan dan panti jompo.
“Insya Allah kita sedang menyiapkan 6 ribu paket sembako, untuk kita salurkan ke dua titik ya, ke anak-anak stunting, panti jompo dan panti asuhan,” ujarnya.
Dukungan RS GPI untuk HUT Depok
Sementara itu, Direktur RS GPI Kota Depok, dr Kukun Masykur Nikmat mengatakan akan mendukung acara HUT Depok ke-26. Di bidang kesehatan, RS GPI akan mendukung dalam layanan untuk masyarakat. Salah satunya adalah layanan program Bangsal Dhuafa. Layanan kesehatan ini diberikan untuk kaum dhuafa yang tidak terakses oleh BPJS Kesehatan.
“Jadi sebuah bangsal yang sebenarnya kan sekarang ini banyak yang datang ke rumah sakit juga dia tidak punya BPJS, tidak punya penjamin yang lain sedangkan memang membutuhkan rawat jalan maupun rawat inap,” katanya.
Program Bangsal Dhuafa ini merupakan kerja sama antara RS GPI dengan Baznas Kota Depok. Saat ini tersedia delapan tempat tidur untuk pelayanan di Bangsal Dhuafa.
“Jadi sebuah bangsal yang sebenarnya kan sekarang ini banyak yang datang ke rumah sakit juga dia tidak punya BPJS, tidak punya penjamin yang lain sedangkan memang membutuhkan rawat jalan maupun rawat inap,” ujarnya.
Layanan lainnya adalah program baru yang dinamakan RINDU atau Rawat Inap di Rumah. Layanan ini semacam homecare namun untuk jenis penyakit yang agak berat.
“RINDU Ringan sama RINDU Berat, jadi untuk yang ringan seperti pemberian vitamin, pemberian cairan. Tapi misalnya begini, orang tuanya sudah tua, anaknya tidak bisa nganter punya kesulitan misalnya, juga tidak punya BPJS akhirnya kita sampai ke rumah dan itu bisa sampai dengan pemasangan monitor melalui CCTV dengan dokter kami,” pungkasnya.

