DEPOK- Kota Depok saat ini sudah memasuki usia 26 tahun. Namun hingga kini Depok belum memiliki Politeknik Kesehatan. Padahal minat generasi muda Kota Depok di bidang kesehatan cukup tinggi.
Hal itu diungkapkan anggota Komisi IX DPR RI Ir Nuroji dalam kegiatan sosialisasi daerah Pemilihan Kota dan Penyerapan Aspirasi yang digelar di Tanah Baru, Beji, Depok.
“Hari ini, saya melaksanakan tugas sebagai DPR RI untuk melakukan serap aspirasi sesuai dengan amanat undang-undang dan bertemu dengan warga untuk meminta masukan dan arahan kepada warga,” katanya, Rabu 23 April 2025.
Dari sejumlah aspirasi, satu hal yang menarik adalah soal tingginya minat warga Depok di bidang kesehatan. Hanya saja, Depok belum memilki Politeknik Kesehatan. Oleh karena itu Depok diimbau segera membangun Politeknik Kesehatan untuk menampung keinginan warga.
“Dalam hal ini, kami punya kewajiban menyerap aspirasi dari seluruh masyarakat yang ada di dapil (daerah pemilihan) masing-masing,” ujarnya.
Di posisinya di Komisi IX Ir Nuroji mewacanakan adanya pembangunan Politeknik Kesehatan di Kota Depok. Kota-Kota di Provinsi Jawa Barat sudah ada Politeknik Kesehaatan sementara di Kota Depok belum ada.
“Saya sudah bicara permulaan untuk mengusulkan Politeknik Kesehatan,” ungkapnya.
Dikatakan, minat warga Depok untuk menjadi bidan atau perawat sangat tinggi. Pada kesempatan yang sama, Nuroji menyampaikan Jaminan Kesehatan Nasional diatur dalam dalam Undang Undang Dasar 1945 dan Undang Undang No 40 tahun 2004. Dikatakan, setiap warga negara berhak atas pelayanan kesehatan dan mewajibkan negara untuk menyediakannya. Melalui BPJS Kesehatan, pemerintah sudah membentuk Program JKN yang diperuntukan bagi masyarakat luas.
Melalui program JKN ini diharapkan bisa membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, mudah dan setara. Nuroji juga mengajak masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan rutin karena Program JKN memberikan pelayanan yang bersifat promotive dan preventif.

