DEPOK- Gembok gerbang SDN Utan Jaya Depok hari ini dibuka petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok. Pembukaan gembok ini disaksikan warga sekitar. Begitu gembok terlepas, warga pun bersorak senang.
Sebelumnya, gerbang sekolah digembok oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Mereka meminta dilakukan pembayaran atas lahan yang dipakai selama 35 tahun. Siswa pun sejak kemarin tidak bisa ke sekolah karena gerbang digembok dan dilas.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, tidak boleh ada sekolah yang disegel. Jika ada pihak yang merasa keberatan maka bisa menempuh jalur peradilan.
“Harus dibuka. Pokoknya tidak boleh lagi ada penyegelan lahan di mana anak-anak sekolah ya kalau keberatan ke pengadilan saja,” katanya di Depok, Kamis (8/5/2025).
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah mengatakan, atas instruksi Wali Kota Depok Supian Suri, gembok sudah dibuka. Dipastikan anakanak sudah bisa datan dan belajar kembali di sekolah.
“Tadi udah kami buka segelnya karena ada sengketa lahan, kita udah minta sama pemilik ahli warisnya untuk menggugat ke pengadilan, mereka tidak, tapi mereka malah ngegembok ini kejadian udah kedua kali,” katanya.
Pihaknya memastikan anak-anak dapat belajar tanpa terganggu lagi. Nantinya aka nada petugas yang berjaga agar tidak ada lagi pihak yang melakukan penggembokan.
“Dan kemudian ini masuk masa ujian kan, jadi memastikan di masa ujian ini bisa berjalan lancar. Kemudian kami juga sudah melakukan upaya hukum dengan melaporkan kejadian ini ke pihak Polres Metro Depok,” ujarnya.
Satpol PP akan ditempatkan di sekolah untuk menjaga keamanan anak-anak. Selain itu juga untuk menjaga agar tidak ada pihak yang melakukan penggembokan lagi.
“Ya, nih hari ini besok dijaga, lusa dijaga lagi sama Pol PP, memastikan ini kondusif sampai perkara ini juga mulai berproses seperti itu. Kami kemarin baru buat laporan polisinya,” pungkasnya.

