Wamenaker Temui Karyawan Hotel Bumi Wiyata, Ini Hasilnya

DEPOK- Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer menemui karyawan Hotel Bumi Wiyata. Noel sapaan akrabnya melakukan diskusi dengan karyawan sambil mendengarkan permasalahan yang dihadapi.

Diketahui bahwa ratusan karyawan Hotel Bumi Wiyata belum digaji selama dua bulan. Selain itu tunjangan hari raya (THR) mereka belum dibayarkan. Akhirnya karyawan melakukan aksi mogok kerja hingga demo di depan hotel.

Usai mendengar keluhan dari karyawan, Noel pun mengetahui persoalan yang dihadapi. Kemudian Noel mempertemukan karyawan dengan manajemen. Dari pertemuan tersebut menghasilkan hal positif, karena kedua pihak memiliki pengertian terhadap satu sama lain.

“Artinya tinggal nanti manajemen dan kawan-kawan pekerja ini bisa mencari jalan komunikasi yang positif,” katanya, Senin (12/5/2025).

Noel mendengarkan keluhan karyawan yang sudah dua bulan belum digaji. Kemudian soal THR yang belum diberikan hingga adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak pada salah satu karyawan.

“Tapi tadi kita diskusikan bersama, semua didengar kawan-kawan pekerja dan manajemen, yaitu akan mereka cari jalan solusinya, entah itu solusinya seperti apa, yang jelas mereka akan mencari solusi yang terbaik dalam mengatasi persoalan tadi,” ujarnya.

Noel menuturkan akan meminta kelonggaran pada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk memperbolehkan digelarnya wisuda. Sehingga nantinya itu akan menjadi revenue hotel dan bisa membayarkan gaji karyawan.

“Misalnya di sini kan terbiasa mereka ada wisuda sekolah, nanti kita sampaikan ke Kang Dedi Gubernur Jawa Barat untuk dilonggarkan sedikit lah, jangan terlalu keras,” tukasnya.

Dikatakan, saat ini industri perhotelan bisa hidup kembali jika ada kelonggaran tersebut. Karena mereka punya ketergantungan terhadap agenda wisuda sekolah. Dikatakan sudah banyak keluhan dari industri perhotelan mengenai dampak dari dilarangnya kegiatan wisuda.

“Apalagi ini bulan ini musim wisuda nih, biar mereka dapat duit dari yang wisuda-wisuda itu. Itu bukan keluhan, itu realita, jangan sampai hal ini malah mengganggu industri perhotelan kita,” tukasnya.

Sementara itu, Direktur PT Bumi Putra Wisata, Musheri selaku perwakilan manajemen Hotel Bumi Wiyata mengatakan menurunnya pendapatan Hotel memang disebabkan dari ekonomi makro dan mikro. Bahkan, kebijakan efisiensi sejak Januari 2025, hampir semua hotel kesulitan untuk memenuhi 30 persen pengeluaran. Hotel Bumi Wiyata sendiri kebanyakan diisi untuk acara-acara instansi, seperti diklat, seminar dan juga event wedding. Namun, kata Musheri, setelah pemerintah melakukan efisiensi, perusahan swasta pun ikut efisiensi.

“30 persen itu ibaratnya bayar fix cost, listrik dan air sudah berat, sementara ada biaya-biaya komponen yang harus dipenuhi. Jadi (pembayaran) utang kepada vendor, itu juga tertunda semua. Karena bisnisnya juga terganggu, jadi yang tadinya rapat 10 orang di hotel. Sekarang di kantor saja atau zoom meeting. Itu terasa, yang jelas dari situ saja kita sudah 64 persen (merosot) kita paling sekarang rata-rata di 30-33 persen,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *