Gaya Nyentrik Wali Kota Depok dan Istri Berkostum Era Tahun 70-an di Lebaran Depok

DEPOK-  Ada yang berbeda dari penampilan Wali Kota Depok Supian Suri dan istri yaitu Siti Barkah atau Cing Ikah. Keduanya tampil nyentrik mengenakan kostum ala tahun 70-an. Supian dan Cing Ikah memeriahkan suasana Alun-alun Timur Depok yang terletak di kawasan Grand Depok City (GDC) saat Lebaran Depok 2025.

Wali Kota Depok Supian Suri mengenakan kemeja putih, celana cutbray berwarna biru, dan topi koboi berwarna putih. Sedangkan Cing Ikah berpakaian ala Noni Belanda berwarna putih dengan corak polkadot biru. Penampilannya itu adalah dalam rangka rangkaian dari Lebaran Depok 2025 yang pada hari keempat temanya adalah Nyedengin Baju dan parade baju era tahun 70-an.

“Untuk hari ini adalah Nyedengin Baju tema utamanya. Kemudian yang kedua juga fashion show mengenang Lebaran masa-masa itu 70-an dengan gaya-gaya yang hari ini digunakan, dengan improvisasi masing-masing,” katanya, Rabu (14/5/2025).

Lebaran Depok 2025 dimulai sejak 11 Mei 2025. Puncak acara pada 17 Mei 2025 yang akan dimeriahkan oleh penampilan pedangdut asal Depok yaitu Ayu Ting Ting.

“Kita masih ada karnaval, kemudian terakhir malam puncak,” ujarnya.

Tak mau kalah dengan Wali Kota, anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna dan istri juga tampil nyentrik mengenakan kemeja denim, rambut palsu warna pink dan celana cutbray. Sedangkan istrinya yaitu Martha mengenakan dress bermotif bunga.

“Ini kan ekspresi ya, perjalanan waktu. Tentu dong (dukung) ini kan (Lebaran Depok) bagian dari upaya untuk melestraikan budaya,” kata Pradi.

Juga tak kalah heboh yaitu kostum yang digunakan anggota DPRD Depok Depok Deny Kartika dengan gaya retro  mengenakan celana cutbray, kemeja bermotif mencolok, wig gondrong, dan kacamata hitam model lawas ala Elvis Presley. Penampilannya langsung jadi sorotan pengunjung. Deny mengatakan, sengaja berdandan demikian untuk meramaikan suasana dan menunjukkan semangat kebersamaan dalam merayakan budaya lokal.

“Lewat gaya ini, saya ingin menunjukkan bahwa Lebaran Depok bukan sekadar acara seremonial, tapi juga ajang melestarikan budaya dan mempererat kedekatan dengan warga,” katanya.

Sama halnya dengan anggota DPRD lainnya yaitu Edi Masturo. Dia pun tak mau kalah heboh dengan peserta lainnya. Dia berharap kegiatan ini dapat mempererat rasa kebersamaan warga dari berbagai latar belakang. Dia pun sangat bernostalgia saat mengenakan kostum tersebut.

“Lewat kostum ini, saya ingin membawa kita semua bernostalgia, sambil tetap menjaga semangat persatuan dan kegembiraan di tengah masyarakat Depok,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kumpulan Orang Orang Depok (KOOD) Berbudaya, Ahmad Dahlan mengatakan,  fashion show era 1970-an merupakan salah satu rangkaian Lebaran Depok 2025. Para peserta berpenampilan secara totalitas. Lebaran Depok 2025 merupakan kegiatan rutin yang sudah berlangsung selama tujuh tahun. Setiap tahunnya, rangkaian kegiatannya pun bertambah terkait tradisi dan kebiasaan yang dilakukan orang Depok zaman dulu.

 

“Jadi ini semua totalitas, kita Lebaran seperti tahun 70-an pakai baju gombrong celana cutbray. “Mudah-mudahan acara ini terus bisa dilaksanakan, dirawat karena bagian dari tradisi budaya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *