Wamen Dikdasmen Apresiasi SMPN 8 Bisa Dijadikan Percontohan Sekolah Inklusi

Wamen Dikdasmen di SMPN 8

DEPOK- Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Atip Latipulhayat mengunjungi SMPN 8 Depok. Wamen melihat langsung kondisi sekolah dan bagaimana interaksi siswa. Wamen juga menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas pihak sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan inklusi, meskipun belum memiliki guru pendamping khusus.

“Saya lihat ini sangat bagus ya. Dari seluruh siswa, ada sekitar tiga persen yang merupakan siswa berkebutuhan khusus, tapi tetap dapat dilayani dengan baik,” kata Wamen, Rabu (28/5/2025).

Atip menuturkan, SMPN 8 Depok layak menjadi percontohan sekolah inklusi. Hal itu bukan tanpa alasan, karena guru-guru di SMPN 8 mampu menghadirkan layanan pendidikan yang ramah bagi semua anak, termasuk yang berkebutuhan khusus.

“Meskipun di sini belum tersedia guru pendamping secara khusus, dengan kreativitas kepala sekolah dan guru yang ada, hal itu bisa ditanggulangi,” ujarnya.

Sayangnya belum ada guru pendamping bagi anak-anak inklusi di sekolah tersebut. Menurut Atip keberadaan guru pendamping sangat diperlukan bagi anak-anak inklusi di sekolah. Atip menuturkan, ini menjadi agenda utama Kementerian Pendidikan.

“Idealnya tentu harus ada guru pendamping. Itu masih menjadi agenda kami yang terus kami realisasikan,” tukasnya.

Meski begitu, Wamen kembali menekankan bahwa SMPN 8 Depok tidak pasif menunggu, melainkan aktif melatih guru-guru yang ada agar bisa menjalankan fungsi sebagai guru pendamping sementara. Terkait kendala pelaksanaan pendidikan inklusi, Wamen menyebutkan bahwa tantangan utama adalah pada proses pelatihan guru pendamping.

“Bukan karena tidak ada yang mau. Kami sedang persiapkan, dan kendalanya lebih ke pelatihan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan kunjungan wamen menjadi tanda awal kebaikan yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Depok. Dia berharap dari silaturahmi ini terbangun sinergi yang kuat dan saling support karena memiliki tanggung jawab yang sama.

“Kementerian salah satunya Kementerian Pendidikan untuk kualitas pendidikan di kita, untuk kebaikan anak-anak kita, untuk investasi pendidikan di Kota Depok. Beliau sekala nasional, kami untuk sekala Kota Depok, dan ini gak lepas dari dukungan dari Kementerian untuk kebaikan pendidikan di Kota Depok,” katanya.

Terkait dengan bantuan bagi sekolah inklusi, Supian berharap nantinya akan ada bantuan. Pihaknya pun terus membangun komunikasi dengan kementrian agar bantuan dapat diberikan.

“Siapa tahu tadi ada Beliau, di bawah Dirjen vokasi kalau gak salah, yang bisa kita bangun komunikasi khususnya untuk sekolah inklusi, dan untuk anak-anak yang memang kekhususan, khususnya anak istimewa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *