DEPOK- Wali Kota Depok Supian Suri melepas 90 anak yang mengikuti program Pendidikan Karakter di Markas Divisi 1 Kostrad, Depok. Mereka adalah anak-anak usia 13-15 tahun yang sudah didaftarkan dan mendapat izin dari orang tua.
Para siswa mengikuti pendidikan selama 10 hari. Disana mereka akan mendapatkan berbagai pembekalan mulai dari akademik hingga kedisiplinan.
“Kita masuk di sana, dari mulai bangun tidur, olahraga, kemudian kegiatan makan bersama, kegiatan menerima materi, istirahat sampai kita mewajibkan mereka istirahat di jam nya istirahat dan tidak mengizinkan mereka membawa gadget atau HP,” kata Supian, Sabtu (31/5/2025).
Program ini merupakan ide gagasan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mendidik anak-anak bermasalah menjadi lebih bertanggungjawab. Supian menuturkan, program ini berdampak positif bagi anak-anak sehingga kemudian juga diterapkan di Kota Depok.
“Ini program yang dijalankan Pak Gubernur sudah sangat positif kita melihat, sehingga apa yang sudah dilaksanakan kita juga bisa laksanakan di Kota Depok,” ujarnya.
Awal mula dibuka, pihaknya hanya menyediakan kuoat sebanyak 50 peserta. Tidak disangka peminatnya membludak hingga 378 orang yang mendaftar. Namun pihaknya harus melakukan seleksi dan membatasi hanya 100 peserta saja yang bisa ikut untuk tahap awal.
“Pendaftar 378 anak, kemarin yang positif 100 anak, namun menjelang pemberangkatan 90 anak,” ungkapnya.
Supian sudah meminta Kesbangpol Kota Depok untuk mencari informasi alasan orang tua tidak datang membawa anaknya pada pemberangkatan pendidikan karakter. Jika mereka masih bersedia maka diberikan kesempatan hingga 1 Juni untuk datang ke barak militer.
“Mungkin ada perkembangan seiring waktu menjelang berangkat orang tua berubah pikiran atau apa, karena ini memang benar-benar berdasarkan persetujuan dari orang tua dan kesiapan dari anak-anaknya,” ungkapnya.
Dikatakan, untuk mengikuti program ini tidak ada unsur paksaan. Anak yang mengikuti pendidikan karakter sebelumnya karena keinginan orang tua. Para siswa akan mengikuti pendidikan selama 10 hari dimulai pada Minggu 1 Juni 2025.
“Ini keikhlasan dari orang tua, komitmen orang tua mengizinkan anaknya bersama kami selama 10 hari kedepan dan tentunya ini juga anak anaknya bersedia. Tapi sejatinya dia (anak) datang, dia hadir itu bagian dari mereka siap,” pungkasnya.

