DEPOK- Ratusan pecinta ayam tangkas ikut kontes yang digelar di sebuah pusat perbelanjaan di Jalan Margonda Raya, Depok. Ayam tangkas tersebut berasal dari wilayah Jabodetabek. Dalam Liga Kontes Ayam Tangkas Indonesia yang digelar Persatuan Ayam Tangkas Seluruh Indonesia (PATSI) dapat disaksikan secara langsung dan terbuka untuk umum.
Ketua Umum PATSI, Kasmanjati mengatakan, tujuan kontes ini untuk mengangkat nilai dari ayam yang diternak oleh peternak. Kontes ini juga menjunjung tinggi nilai-nilai budaya, estetika, serta ketangkasan. Dia menegaskan tidak ada unsur kekerasan dan perjudian dalam kontes ini. Dia mengatakan, ada perbedaan mendasar antara ayam tangkas dan sabung ayam. Kasman menuturkan, ayam tangkas adalah ayam ternak yang dilombakan secara sportif dengan sistem penilaian poin, bukan mengadu hingga luka atau mati.
“Kalau sabung ayam pakai jalu dan sering berujung kematian. Kami tidak. Ayam kami dilindungi, jalunya dibungkus,” katanya, Senin (16/6/2025).
Dikatakan, PATSI telah resmi berdiri sejak 2020 dengan SK Kemenkumham, dan aktif menyelenggarakan kegiatan sejak 2019. Kegiatan ini dirancang untuk mengedukasi masyarakat, menunjukkan bahwa hobi ayam tangkas dapat dilakukan tanpa judi dan tanpa melanggar hukum.
“Kami ingin buktikan, pecinta ayam tidak harus main judi. Kita buat kontes resmi, bernilai budaya, sekaligus membuka peluang ekonomi,” tegasnya.
Dalam kontes ini, kata Kasmantidak ada taruhan antara individu. Sistem pertandingan diatur panitia, mempertemukan peternak berdasarkan kategori bobot dan nilai estetika. Kontes ini tidak semata-mata mengukur ketangkasan ayam, karena terdapat tiga kategori utama dalam sistem penilaian. Dalam kontes kali ini ada 100 peserta dengan total lebih dari 200 ayam turut berpartisipasi.
“Iya peserta Jabodetabek saja, tidak ada yang dari luar (daerah),” ujarnya.
Ayam tangkas kata dia adalah sebuah hobi. Namun di sisi lain membuka peluang ekonomi yang tidak sedikit. Dijelaskan, satu peternak bisa mempekerjakan hingga tiga pelatih ayam, yang tentu berdampak positif terhadap pengurangan angka pengangguran.
“Bayangkan, satu peternakan bisa membuka lapangan kerja baru. Ini tidak hanya hobi, tapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.
PATSI secara bertahap tengah merancang agenda kontes ayam tangkas skala nasional, sekaligus terus melakukan kampanye bahwa ayam tangkas bukan sabung ayam.
“Kami selalu edukasi, bahwa sabung ayam tidak sama dengan ayam tangkas. Tidak ada taruhan, tidak ada individu lawan individu, semua ada sistemnya dari beragam peternak atau farm,” ujarnya.
PATSI rutin menggelar kontes di berbagai daerah dan kali ini Depok menjadi pilihan. Dengan pendekatan budaya, edukatif, dan legalitas yang jelas, PATSI berharap bisa menyejajarkan popularitas ayam tangkas dengan hobi lain seperti kicau mania, namun tanpa stigma negatif. Pemenang dari kontes ini mendapat piala, uang pembinaan, dan sertifikat ayam, yang kemudian menjadi nilai jual tersendiri bagi peternak.
“Kami ingin hobi ayam naik kelas dan mengedukasi masyarakat bahwa ada hobi kok di dunia ayam yang tidak harus main judi gitu, yang ke arah positif,” pungkasnya.

