Kronologi Seorang Siswi Jadi Korban Bullying, Pelaku Live di Sosmed

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:8.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:107%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

DEPOK- Seorang siswi di Depok menjadi korban perundungan yang dilakukan temannya sendiri. Mirisnya, saat melakukan perundungan itu disiarkan live oleh pelaku melalui sosial media. Aksi perundungan ini pun viral dan saat ini sudah ditangani kepolisian.

Korban perundungan adalah OZ (15), dan pelaku adalah temannya sendiri. Peristiwa itu terjadi di rumah pelaku pada Sabtu (5/7) malam dan pelaku live di sosial media. Video tersebut pun viral.

Dalam video yang beredar, korban dipukuli di bagian wajah oleh pelaku sambil menertawakannya. Korban juga dipaksa berlutut sambil memohon ampun. Saat berlutut di hadapan pelaku, leher korban juga diinjak hingga kesakitan dan mencoba memberontak.

Kejadian ini pun diketahui oleh RA, ibu korban. RA kaget dan tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu dan dipermalukan karena menjadi tontonan banyak orang. RA pun melaporkan kasus ini ke Polres Metro Depok.

RA mengatakan, sangat menyayangkan peristiwa yang menimpa anaknya. Dia sangat terpukul dan marah saat mengetahui kronologi kejadian. Menurutnya, perlakuan yang diterima anaknya tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun.

“Saya gak terima anak saya dibikin kayak binatang. Siapapun, terlepas dari benar atau salah anak saya, mereka itu gak berhak menghakimi anak saya seperti itu. Anak saya diinjak, dipukul, kayak binatang,” katanya di Polres Metro Depok, Selasa (8/7/2025).

Sebagai orang tua, RA tidak ikhlas dengan perlakukan yang menimpa anaknya. Dia menegaskan, tidak ada alasan untuk membenarkan tindakan main hakim sendiri seperti yang dilakukan para pelaku.

“Saya nggak ikhlas, gak ridho anak saya diginiin. Saya gak mau damai. Kalau bisa ya dihukum berat. Saya gak terima anak saya digituin,” ungkapnya.

RA menceritakan, kejadian bermula dari persoalan cowok. Pada Sabtu malam kemarin, pelaku sudah sempat menghubungi RA sekitar pukul 23.00 WIB. Dia dikirimi poto dalam bentuk tangkapan layar, namun RA masih belum paham maksudnya.

“Dia menjelaskan, cuman saya kan belum lihat ini isi videonya seperti apa, karena dari teman-teman anak saya ini cuma ngirim bukti tuh berbentuk hasil screenshot gitu kan. Saya bilang ini viralnya bagaimana, videonya seperti apa? saya WAin temennya satu-satu yang dikirimin sama temen-temennya dia juga gitu. OZ katanya lagi viral mah, udah viral nih, udah rame, diramein. Mereka live streaming di instagram yang nonton itu udah lebih dari 500,” ceritanya.

Baru keesokan paginya ada petugas dari Polres Metro Depok dan menanyakan apakah dirinya sudah melihat video anaknya. RA pun makin bingung dan kemudian meminta petugas untuk mengirimkan video tersebut padanya. Setelah itu RA pun syok melihat video tersebut.

“Pas itu saya paginya, hari Minggu paginya saya ditelpon sama Bripda Arfan Syarif gitu kan Polres Depok juga gitu kan. Saya ditelpon, selamat pagi ibu, iya ini saya Arfan gitu kan ibu udah liat belum video anaknya? Kata dia gitu. Belum Mas, ya udah tolong kirimin videonya, saya bilang gitu kan. Dikirimin saya lihat ternyata videonya ya begitu, anak saya diinjak kepalanya, ditampar kayak gitu, dipukul,” tukasnya.

Dia langsung menghubungi pelaku yang sempat meminta maaf sebelumnya. Namun RA saat itu tidak terlalu paham maksud permintaan maaf tersebut sampai akhirnya dia melihat video tersebut.

“Terus saya langsung WA ke si pelakunya ini, gitu. Tadinya kan dia memang sudah minta maaf, minta maaf cuma kan saya belum liat isi videonya. Saya bilang kenapa ini masalahnya nggak diomongin bertiga? Ini kan masalah sepele, saya bilang gitu kan,” katanya.

RA pun kesal kepada pelaku karena memperlakukan anaknya sangat kejam. RA naik pitam kepada para pelaku karena telah mempermalukan OZ di sosial media.

“Ini kan bukan masalah rumah tangga ya? Saya bilang gitu, namanya anak-anak remaja, saya bilang gitu. Ternyata kalau hasil videonya seperti ini saya nggak terima anak saya dibikin kayak binatang sama kalian. Kamu mempermalukan anak saya, saya bilang begitu ke si pelakunya ini, si C yang nampar tuh. Siapapun terlepas dari benar atau salah anak saya, kamu nggak berhak menghakimi anak saya seperti itu, kayak binatang anak saya, diinjak, dipukul, saya bilang begitu,” katanya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Depok,AKP Made Budi membenarkan adanya aksi perundungan tersebut. Peristiwa itu terjadi di sebuah rumah wilayah Kecamatan Beji, pada Sabtu (4/7) sekira pukul 20.55 WIB. Orang tua korban sudah membuat laporan ke Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Metro Depok.

“Orang tuanya sudah membuat laporan atas kasus tersebut dan saat ini juga masih dalam proses pemeriksaan,” katanya.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus perundungan yang melibatkan sejumlah pelajar perempuan tersebut.

“Ya, diketahui kasus perundungan ini memang masih kami dalami terus, kenapa bisa sampai terjadi seperti itu,” pungkasnya.  

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *