Damkar Evakuasi Lansia Alami Stroke Dari Lantai Dua dan Dibawa ke RSUD

evakuasi nenek lansia stroke

DEPOK- Seorang nenek lanjut usia (lansia) terpaksa dievakuasi oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) atau Damkar Kota Depok dari kamarnya di lantai dua. Pasalnya, nenek bernama Ina itu hendak dibawa ke rumah sakit namun pihak keluarga tidak dapat membopong dari dalam kamar yang ada di lantai dua.

Nenek Ina mengalami penyakit stroke dan hanya bisa terbaring di Kasur. Keluarga pun meminta bantuan petugas DPKP Depok untuk mengevakuasi Nenek Ina untuk dibawa ke rumah sakit. Setelah 1,5 jam akhirnya Nenek Ina berhasil dievakuasi dari rumah anaknya di RT 02 RW 01, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Depok.

Danru Regu B UPT Damkar Tapos, M. Syaiful mengatakan, pihaknya menerima laporan tersebut pada Sabtu (19/7) sekitar pukul 08/30 WIB. Warga melaporkan bahwa orang tuanya mengalami stroke dan hendak dibawa ke rumah sakit, namun keluarga kesulitan karena lansia berada di lantai dua

“Saat kemarin kita melaksanakan piket, disaat kurang lebih jam 08.30 kita menerima laporan dari masyarakat adanya ibu mertuanya untuk dilakukan evakuasi dari lantai dua,” katanya, Minggu (20/7/2025).

Karena pasien mengalami penyakit stroke, maka petugas harus hati-hati saat evakuasi. Petugas mengevakuasi lansia tersebut dari ketinggian lima meter.

“Kurang lebih ketinggian di empat atau lima meter, untuk pemindahan ke rumah sakit. Karena lansia ini kurang lebih umurnya di 75 tahun dan terkena stroke. Maka dari itu kita melakukan evakuasi proses pemindahan dari lantai 2,” ujarnya.

Proses evakuasi dilakukan oleh enam orang. Terdiri dari tiga anggota UPT Tapos dan dibantu tiga orang dari pos Merdeka. Petugas menggunakan teknik lowring yaitu dengan cara penggunaan pemindahan dari titik tinggi ke titik terendah. Petugas terpaksa membongkar pegangan tangga untuk memperlancar proses evakuasi.

“Namun karena ada beberapa faktor yaitu yang pertama si lansia ini apabila ada pergeseran tubuhnya itu sakit, maka dari itu kita menggunakan tandu atau stretcher yang melewati tangga biasa. Kita ada pembongkaran sedikit pegangan tangga, karena satu faktor tangga itu yang begitu curam,” ungkapnya.

Proses evakuasi memerlukan waktu 1,5 jam. Petugas harus ekstra berhati-hati saat evakuasi karena kondisi lansia yang sedang sakit. Setelah berhasil dievakuasi, petugas juga mendampingi pasien ke RSUD ASA.

“Untuk pemindahan kurang lebih memakan waktu 90 menit, karena kita harus memindahkan lansia ini secara perlahan dan hati-hati karena ada pergeseran. Ketika ada pergeseran dari tubuh tersebut lansia ini akan kesakitan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *