Tinjau Banjir di Villa Pamulang, Wali Kota Depok Instruksikan Dinas PUPR Bangun Turap Permanen

Wali kota tinjau banjir

DEPOK- Ratusan kepala keluarga (KK) di Perumahan Villa Pamulang, RT 08/RW 12 Kelurahan Pondok Petir, Kecamatan Bojongsari terdampak banjir. Setidaknya ada 485 KK di 9 rukun tetangga (RT) yang terdampak banjir sejak Minggu (10/8) pagi akibat luapan air dari Kali Angke.

Wali Kota Depok Supian Suri pun langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi. Dari hasil tinjauan, Supian mengetahui bahwa banjir disebabkan turap yang jebol. Dia pun segera meminta agar dinas terkait segera memperbaiki turap agar air tidak meluap ke permukiman.

“Tadi kita lihat ada turap yang jebol, itu yang kemarin menjadi penyebab lingkungan 9 RT terdampak disini. Ini memang titik terendah, upaya kita lebih menjaga agar air tidak melintas kesini,” katanya, Senin (11/8/2025).

Wali kota langsung menginstruksikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera mengatasi masalah tersebut. Turap akan dibuat permanen dengan kekuatan yang mampu menahan debit air saat tinggi.

“Turap kita perbaiki, dan saya minta lebih permanen. Saya lihat daritadi sebetulnya ini bukan tendangan air kuat, ini hanya lintasan tapi memang itu pun masih jebol. Jadi memang harus sangat diperkuat dinding turap, khususnya di titik ini. Informasi yang saya dapat selalu di titik yang sama, artinya memang ada kekuatan air yang lebih kuat disbanding titik yang lain,” ujarnya.

Supian mengingatkan dua hal dalam pembuatan turap. Pertama harus diperhatikan dari sisi waktu dan kecepatan. Kedua, kualitas turap juga menjadi fokus agar fungsinya untuk menahan air dapat dimaksimalkan.

“Ini ada dua hal yang kita pertimbangkan. Pertama, kalau dari sisi kecepatan berharapnya lebih cepat sehingga kalau ada kiriman lanjutan kita sudah siap,ngga terulang lagi. Di sisi lain saya minta kualitas yang bagus daripada buru-buru akhirnya jebol juga. Ini yang saya minta banget teman-teman dari PUPR khususnya SDA benar-benar bisa membuat turap ini kuat dari kondisi yang sebelumnya,” tukasnya.

Di lokasi, saat ini sudah dibangun dapur umum untuk membantu distribusi makanan warga yang terdampak banjir. Dia berharap banjir tidak lagi terjadi di lokasi tersebut.

“Kita siapin dapur umum. Mohon doanya kita bisa selesaikan turap supaya ngga terulang lagi,” harapnya.

Wilayah tersebut memang menjadi langganan banjir. Namun Supian menegaskan percepatan pembuatan turap menjadi fokus utama saat ini. Ditanya soal relolasi, Supian menuturkan saat ini belum diperlukan.

“Kalau relokasi sepertinya ngga, prioritas kita mempercepat turap yang jebol ini untuk bisa kita selesaikan. Kalau relokasi bukan hal mudah dan warga belum tentu mau juga. Kedua, mau relokasi kemana dengan jumlah yang banyak juga agak berat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *