DEPOK- Keloid atau bekas luka yang menonjol kerap membuat rasa percaya diri (pede) berkurang. Karena secara estetika, keloid membuat seseorang mengganggu kenyamanan dan penampilan.
Apalagi keloid yang muncul di area wajah, atau bagian tubuh yang terlihat langsung oleh orang lain tentu dirasa cukup mengganggu. Namun jangan kuatir, karena keloid bisa dicegah dengan cara yang mudah.
dokter Spesialis Bedah Plastik Eka Hospital Depok, Narottama Tunjung Hariwangsa mengatakan, keloid adalah jenis bekas luka yang menonjol, ukurannya bahkan bisa lebih besar daripada luka awal itu sendiri.
Keloid mulanya bisa timbul hanya pada ukuran kecil. Tapi jika dibiarkan dan terjadi infeksi maka keloid bisa membesar.
Narottama menjelaskan, keloid jarang yang bisa hilang dengan sendirinya. Namun bekas luka tersebut bisa hilang dengan beberapa cara. Mulai dari penggunaan salep khusus keloid hingga tindakan operasi.
Untuk mengenali keloid cukup sederhana, benjolan ini seringnya tumbuh di bekas luka. Jika sebelumnya tidak ada luka, tapi muncul bekas yang menonjol, kemungkinan itu bukanlah keloid.
“Bekas luka yang jadi keloid bisa memiliki ciri-ciri, seperti: berbentuk bulat, oval, atau lonjong menonjol dan tampak tegas dibandingkan kulit di area sekitarnya,” kata Narottama diskusi bertema ‘Kenali Keloid & Cara Penanganannya’, Selasa (30/9/2025).
Bekas luka umumnya berbeda dan lebih gelap dibandingkan warna kulit asli, seperti pink, kemerahan, ungu, atau coklat. Selain itu, permukaan keloid tampak licin dan mengkilap ataupun berkerut, bertekstur keras atau lembut dan memiliki ukuran yang bervariasi, serta terasa gatal.
“Beberapa orang juga menyebutkan saat keloid bertumbuh, mereka merasakan sakit atau sensasi terbakar. Iritasi di sekitar batas keloid juga mungkin terjadi karena gesekan dengan pakaian,” ujarnya.
Bekas luka keloid muncul ketika tubuh memproduksi kolagen lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan luka. Saat terjadi luka, kolagen akan membantu menutup kembali permukaan kulit yang terbuka. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, muncullah keloid.
Keloid muncul bisa karena faktor perawatan luka yang kurang bersih hingga karena hormonal. Keloid juga dapat muncul pada bekas luka yang terinfeksi, dan pada luka yang terdapat pada lokasi yang sering bergerak seperti lengan atas, punggung, dan dada.
“Keloid dapat muncul dari bekas luka apa pun, seperti ,jerawat, luka bakar, gigitan serangga, cacar air, bekas tindikan, luka bekas operasi, bekas vaksin, luka gores ringan,” bebernya.
Keloid dapat muncul di mana pun, ketika terjadi bekas luka. Namun, keloid lebih sering dijumpai di beberapa area seperti perut (abdomen), punggung, dada, telinga, rahang, dan bahu.
Penanganan keloid tidak selalu melibatkan pembedahan. Namun tindakan pembedahan adalah opsi yang diambil jika metode pengobatan lainnya tidak mampu menghilangkan keloid. Keloid dapat disembuhkan melalui penggunaan obat-obatan, baik dalam bentuk salep atau injeksi. Selain itu, keloid juga dapat disembuhkan menggunakan laser atau krioterapi (menggunakan energi dingin untuk mematikan jaringan).
Penanganan juga bisa menggunakan pakaian ketat untuk memberikan tekanan pada keloid atau radioterapi menggunakan radiasi dosis rendah untuk menekan pertumbuhannya.
“Operasi merupakan pilihan, tetapi jika keluhan yang berkaitan dengan keloid tidak kunjung mereda dengan pengobatan non operasi, dan dapat dilakukan pada keloid yang berukuran lebih besar,” pungkasnya.

