DEPOK- Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mampang 1 Depok Mustika Fie angkat bicara soal menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang viral pada Senin (6/10). Menu tersebut berisi kentang rebus, wortel kukus, kemudian pangsit.
Mustika mengatakan, kulit pangsit tersebut didalamnya berisi campuran telur ayam, daging ayam dan tahu serta daun bawang yang memang dikemas jadi satu di kulit pangsit. Kemudian juga menu dilengkapi dengan buah jeruk, lalu ada saus sebagai penambah rasa.
“Kami memilih menggunakan menu itu karena berdasarkan analisis ahli gizi beserta tim koki dan seluruh tim kami itu ketika di minggu pertama hari ketiga, tepatnya di hari Rabu itu banyak tersisa food waste atau sampah makanan. Itu sampai lima kantong itu isinya nasi, sayur terbuang,” katanya, Selasa (7/10/2025).
Dari banyaknya sisa makanan, pihaknya melakukan inovasi dengan merancang menu kembali supaya anak tidak bosan. Pihaknya tetap mengedepankan kandungan gizi sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Misalnya mengganti nasi dengan kentang sebagai karbohidrat, kemudian wortel untuk sayurnya. Selanjutnya pangsit yang dikemas menjadi satu dengan isian telur ayam, daging, kemudian ada tahu dan daun bawang.
“Nasi itu kami ganti dengan kentang, karena banyaknya sampah di hari Rabu minggu pertama kami buka itu sampai 5 kantung plastik, kemudian sayuran. Jadi kami mencoba berinovasi sebelum akhirnya kami menjatuhkan kalau itulah menu kami. Jadi kami masih terus berinovasi supaya anak-anak ini tidak bosan,” ujarnya.
Saat viral kemarin, pihak SPPG langsung melakukan pertemuan dengan sekolah dan orang tua. Mustika mengakui, tampilan menu kemarin memang tidak menarik. Namun ditegaskan secara kandungan gizi sudah sesuai.
“Kami mengambil langkah untuk bertemu dengan para orang tua murid termasuk komite, kemudian ada kepala sekolah dan kebetulan mitra juga sebagai pemilik dapur, kemudian ahli gizi serta akuntan kami pun melakukan klarifikasi. Bahwasannya memang kesalahan kami pada tampilan menu itu kurang menarik. Namun, kami sudah ibaratnya di dalam ompreng itu sudah ada kandungan dari karbohidrat, terus protein, nabati, hewani, buah itu sudah masuk dan kemudian ada sayurnya,” tegasnya.
Dia mengklaim, setelah evaluasi dan mengganti menu pekan pertama dengan pekan kedua tidak ada lagi sisa makanan di ompreng. Bahkan dia mengkliam wortel yang ada dalam ompreng pun habis disantap anak-anak.
“Malah justru nggak ada (sisa). Kami sampai bikin video juga untuk konsumsi kami dan pihak sekolah, itu memang banyak banget ompreng yang sudah kosong malahan. Iya, wortel sama kentangnya nggak ada. Itu ada videonya,” pungkasnya.

