Cegah Sampah Masuk ke Aliran Sungai Cipinang, KLH dan Pemkot Depok akan Buat Wetland

Wakil Wali Kota dan Wamen KLH bersihkan Sungai Cipinang

DEPOK- Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Hendropriyono dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah kembali turun lapangan membersihkan sampah di Sungai Cipinang. Tumpukan sampah di aliran sungai sepanjang 30 KM itu kerap menyumbat saluran air dan menyebabkan banjir.

Di sejumlah titik diketahui banyak tumpukan sampah yang sudah menjadi daratan sehingga air tidak dapat mengalir. Wamen juga menyoroti bahwa sampah di Sungai Cipinang sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, rencananya akan dibuat wetland yang berfungsi sebagai penyaring agar sampah tidak masuk ke aliran sungai.

“Setiap sungai ini punya karakteristik yang berbeda. Hari ini kita lihat sungainya ini sudah cukup sangat pekat,” kata Wamen LH usai membersihkan Sungai Cipinang di Depok, Minggu (26/10/2025).

Dia mengatakan, sampah di Sungai Cipinang sudah menimbulkan bau tidak sedap. Hal itu disebabkan karena sampah menumpuk di sekitar area pemakaman yang dilintasi sungai tersebut.

“Ini sampahnya numpuk di sungai di Bagian pemakaman. Jadi saya rasa ini dari segi etika kurang etis ya jika kita menyampah di tempat peristirahatan pendahulu-pendahulu kita,” ujarnya.

Wamen berharap timbul kesadaran warga untuk berhenti membuang sampah sembarangan. Karena tanpa kesadaran warga maka upaya pihaknya membersihkan sampah di aliran sungai akan sia-sia.

“Apa yang akan kita Lakukan selanjutnya untuk yang lebih permanen sehingga tidak hanya angkut-angkut sampah saja. Misalkan mungkin di situ kita bias bangun wetland ya,” tuturnya.

Dia mengatakan, wetland bias menyaring sampah yang terbawa arus sungai. Dia mengatakan wetland juga dapat menyerap polutan di air. Diaz berencana membuat mikrohidro atau pembangkit listrik kecil dari aliran sungai. Dia mengatakan hal itu ditujukan agar warga sadar manfaat sungai yang Bersih.

“Jadi saya rasa hal-hal seperti itu bias kita jadikan solusi yang lebih permanen. Nanti bagaimana kerja samanya KLH mungkin akan ikut men-support,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah mengatakan, tumpukan sampah di Sungai Cipinang sudah lama dibiarkan mengendap hingga menjadi daratan. Dalam upaya mengatasi tumpukan sampah itu Pemkot Depok mengerahkan tim gabungan yang merupakan aksi lanjutan dalam upaya membersihkan dan menormalisasi Sungai Cipinang. Tim gabungan terdiri dariDinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok berkolaborasi dengan unsur TNI-Polri dan komunitas.

“Kegiatan membersihkan sampah yang menumpuk dan menyumbat aliran air Kali Cipinang yang berada di wilayah Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis pada Jumat (24/10/2025) pagi,” katanya.

Chandra menuturkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya pembersihan Sungai Cipinang yang lebih luas, sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup dan Wali Kota Depok.

“Aliran sungai di sini Informasi dari Pak RW sudah tertutup selama 30 tahun. Alhamdulillah tadi kita sudah buka sampai airnya kembali mengalir,” tukasnya.

Kondisi Sungai Cipinang di lokasi tersebut dinilai sangat parah karena sudah terjadi sedimen karena sampahnya sangat tebal. Dalam kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, tim pembersihan tidak hanya mengandalkan tenaga manual, tetapi juga menurunkan alat berat untuk mengangkat timbunan sampah yang sudah mengeras. Upaya ini Dilakukan demi memastikan target Menteri Lingkungan Hidup untuk mengembalikan fungsi Kali Cipinang dapat tercapai.

“Imbauan kami ke masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, terlebih di Badan air. Karena ini merupakan tindakan melanggar hokum dan ada ancaman pidananya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *