UI Kolaborasi dengan UNUD Edukasi Kesehatan Masyarakat di Karangasem

UI- UNUD periksa kesehatan

DEPOK- Universitas Indonesia (UI) berkolaborasi dengan Universitas Udayana (UNUD). Kedua universitas ini menggelar program pengabbidan masyarakat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga Desa Adat Geriana Kauh.

Layanan yang diberikan mencakup pemeriksaan dasar, edukasi kesehatan, dan pendampingan bagi masyarakat adat.

Kegiatan hasil kerja sama Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI dan Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Universitas UNUD ini bertujuan memberikan edukasi pada masyarakat.

Direktur DPIS UI, L.G. Saraswati Putri mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen UI untuk hadir secara utuh bagi masyarakat. Menurutnya, kesehatan warga dan kekuatan budaya desa saling menopang.

“Geriana Kauh menunjukkan kepada kita bahwa merawat manusia dan merawat kebudayaan adalah kerja yang berjalan berdampingan,” katanya, Minggu (23/11/2025).

Di tempat yang sama, Ketua Prodi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners UNUD, Ketut Guru Prapti mengatakan, pendekatan tim UNUD selalu berbasis pada kebutuhan warga. Kegiatan di Geriana Kauh dilakukan dengan mendengarkan suara warga.

“Kami ingin memastikan masyarakat adat yang selama ini memikul adat istiadat juga dilindungi dan diperhatikan aspek kesehatannya” katanya.

Selain layanan kesehatan, kegiatan ini juga melibatkan proses penguatan museum komunitas di Geriana Kauh. Komunitas di Geriana Kauh selama ini menjadi ruang penyimpanan pengetahuan leluhur, termasuk sejarah dan pemaknaan Sanghyang Dedari.

Melalui kolaborasi ini, UI dan UNUD serta dan Desa Adat Geriana Kauh memperkuat jaring kerja kesehatan komunitas sekaligus memelihara pengetahuan lokal yang menjadi kekuatan identitas desa.

Upaya penguatan dilakukan oleh tim pendamping dari Departemen Arkeologi FIB UI yang diketuai oleh Ali Akbar, seorang arkeolog yang selama ini juga bekerja untuk pemberdayaan museum komunitas di Bali.

Jero Bendesa Adat Geriana Kauh, Nyoman Subratha menyampaikan, kehadiran UI dan UNUD memberikan harapan bagi desa untuk merawat warisan. Dia mengatakan, museum adalah tempat warga menjaga ingatan kolektif.

“Kami sangat bersyukur desa kami diperhatikan dengan tulus. Sanghyang Dedari adalah jiwa desa kami, dan museum ini adalah tempat kami merawat ingatan. Dukungan UI dan UNUD membuat kami semakin kuat,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *