DEPOK– Khitan atau sunat masih dianggap sebagai hal yang menakutkan bagi sebagian anak. Karena mereka biasanya takut menghadapi alat bedah dan jarum suntik.
Untuk memberi rasa nyaman, RS Puri Cinere punya cara unik membuat anak-anak tidak takut untuk disunat. Puluhan anak yang ikut dalan acara khitan massal RS Puri Cinere terlebih dulu diajak keliling menggunakan motor gede (moge) Harley Davidson.
Khitan massal ini digelar dalam rangka HUT ke-34 RS Puri Cinere yang bekerjasama dengan komunitas moge yaitu MedDocs Indonesia Jakarta Chapter dan HDCI Depok.
Anak-anak peserta diajak berkeliling area rumah sakit menggunakan motor Harley Davidson sebelum pelaksanaan khitan. Ini dilakukan sebagai bentuk pendekatan psikologis yang menyenangkan agar anak merasa lebih tenang dan berani.
Direktur RS Puri Cinere dr. Putri Nadia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari peran sosial rumah sakit yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pada pengalaman dan kenyamanan pasien, khususnya anak-anak.
“Melalui khitanan massal ini, kami ingin memastikan bahwa layanan kesehatan dapat diakses secara gratis, aman, dan dilakukan dengan pendekatan yang lebih humanis. Kolaborasi dengan komunitas menjadi bukti bahwa sinergi lintas sektor dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat,” katanya, Minggu (21/12/2025).
Ketua HUT ke-34 RS Puri Cinere, Dr. dr. Andjar Bhawono mengatakan, kegiatan ini didukung oleh tim medis dan tenaga kesehatan RS Puri Cinere yang berpengalaman, dilengkapi dengan edukasi singkat bagi orang tua serta pendampingan medis sebelum dan sesudah tindakan.
“Melalui kegiatan bakti sosial khitanan massal ini, kami berharap RS Puri Cinere dapat semakin mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kepedulian sosial,” katanya.
Menurutnya, pelayanan kesehatan tidak hanya soal tindakan medis, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, rasa aman, dan pengalaman yang humanis.
Kolaborasi dengan komunitas MedDocs Indonesia dan HDCI Depok menjadi bukti bahwa sinergi lintas komunitas mampu menghadirkan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial ke depan,” ujarnya.
Dia menekankan, melalui kegiatan ini, komunitas moge yang terlibat juga ingin memberikan kesan positif kepada masyarakat. Dia berharap, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan untuk membahagiakan anak-anak dan penerima manfaat.
“Kita berusaha untuk memberikan nuansa bahwa nggak semua moge itu, maaf nih, ada sombongnya, ada arogannya, kurang bersahabat dengan masyarakat. Nah ini salah satu bentuk dari mana kita menunjukkan bukti yang nyata seperti ini,” pungkasnya.

