DEPOK- Dua tahun lebih warga Kampung Bulak Barat dan Pasir Putih terisolir karena akses jembatan sebagai jalur penghubung terputus. Jembatan terendam air luapan kali. Selama ini warga pun terpaksa harus memutar jalan.
Karena tak kunjung diatasi, warga pun akhirnya membuat getek yang digunakan untuk akses jalan warga dari Bulak Barat menuju Pasir Putih. Getek itu dinamakan ‘Getek NKRI’.
Dita Widayanti, salah satu warga mengatakan, getek ini merupakan inisiatif warga. Dengan menggunakan getek itu, warga pun tidak harus berputar lagi hingga berkilo-kilo meter.
“Karena kita punya inisiatif, dari bapak punya inisiatif supaya anak-anak sini maju, punya penghasilan. Nah, inisiatifnya yaitu bikin Getek NKRI. Karena apa, warga kan kalau lewat di sini nggak bisa, harus muter dulu, muternya juga jauh. Makanya ini dibuatin getek supaya warga bisa lewat dan bisa lebih dekat lagi dari Bulak Barat,” katanya, Senin (22/12/2025).
Getek NKRI dibuat selama dua pekan dengan modal Rp 5-6 juta. Dia mengaku belum tahu apakah warga yang menggunakan getek itu harus bayar atau tidak.
“Kalau buatnya kurang lebih 2 minggu. Kalau untuk biaya kurang lebihnya Rp 5 sampai 6 juta. Kalau untuk tarif kita belum tahu,” ujarnya.
Getek ini nantinya siap melayani warga, namun masih ada beberapa bagian yang diperbaiki demi kenyamanan.
“Ini sebenarnya kalau geteknya sudah siap, sebenarnya sudah siap kemarin karena untuk kenyamanan dan keamanan warga, kita harus perbaiki dan ditinjau lagi untuk geteknya,” ungkapnya.
Tidak hanya mengangkut orang saja, Getek NKRI juga bisa untuk angkut motor menyebrang. Warga yang enggan berputar bisa memanfaatkan layanan getek ini.
“Mungkin ada 10 menit, 15 menit (untuk mutar) kalau ngak macet. Karena kan yang di Bulak Barat ada yang macet juga,” katanya.
Dita menuturkan, Getek NKRI dibuat oleh orang tuanya dengan modal sendiri.
“Itu uang pribadi dari bapak, (bahan-bahan) dari bapak juga,” tukasnya.
Getek NKRI terbuat dari bambu, kayu, papan dan jirigen. Dita mengaku belum tahu kapan getek itu bisa digunakan untuk umum.
“Kalau itu saya kurang tahu, karena bapak juga belum ngasih tahu lagi gitu. Yang penting kalau bapak bilangnya kita harus operasi lagi, kita harus nyari keamanan, kenyamanan warga biar tidak terjadi apa-apa,” pungkasnya.

