Wali Kota Depok Siap Dukung Arahan Presiden, Berikut Rinciannya

Wali Kota Depok, Supian Suri

DEPOK– Wali Kota Depok, Supian Suri mengaku siap mendukung tiga hal yang menjadi atensi utama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, salah satunya terkait penguatan kebersihan lingkungan.

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya penataan ruang kota, kebersihan lingkungan, serta keseragaman wajah permukiman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman.

“Bilboard dan baliho sudah harus dibersihkan. Itu menjadi concern kita karena beliau (Presiden) tidak nyaman melihat terlalu banyak baliho dan bilboard,” katanya, Kamis (5/2/2026).

Kedua adalah soal kondisi atap rumah warga di sejumlah daerah. Diharapkan, penggunaan atap genteng kembali menjadi standar, sebagaimana kondisi di banyak wilayah yang dinilai lebih tertata.

“Yang kedua, beliau berharap penggunaan genteng. Di beberapa daerah masih banyak yang bukan genteng, sehingga beliau mendorong kembali ke penggunaan genteng,” ujarnya.

Ketiga yaitu soal kebersihan lingkungan. Presiden menekankan tanggung jawab kebersihan bukan hanya berada di pundak pemerintah daerah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Yang ketiga adalah kebersihan. Artinya semua pihak punya tanggung jawab terhadap kebersihan. Bahkan beliau mendorong TNI, Polri, semua pihak untuk membersihkan lingkungan kerjanya masing-masing dan sekitarnya, termasuk anak sekolah yang juga diarahkan untuk ikut membersihkan sampah,” ucapnya.

Supian menuturkan, tiga hal tersebut menjadi arahan penting yang harus segera diimplementasikan oleh pemerintah kota dan kabupaten di seluruh Indonesia, termasuk Kota Depok.

Soal sampah, kata Supian, saat ini Kota Depok tetap berupaya mencari solusi alternatif.

“Depok memang belum menjadi prioritas pertama, tetapi Presiden juga mendorong kita untuk mencari solusi-solusi lain dalam penyelesaian masalah sampah,” tukasnya.

Saat ini, Pemkot Depok telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan pihak ketiga terkait pengelolaan sampah menggunakan skema tipping fee, yakni pembayaran berdasarkan jumlah sampah yang berhasil diselesaikan.

“Kita sudah ber-MoU dengan pihak ketiga, dengan pola tipping fee. Mereka menyelesaikan sampah kita, kita bayar sesuai tonase sampah yang diselesaikan,” ungkapnya.

Terkait waktu pelaksanaan atau kick off program tersebut, saat ini masih dalam tahap proses dan konsultasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Kita masih dalam proses. Kemarin sudah konsultasi dengan BPKP dan beberapa pihak. Targetnya, insya Allah tahun ini sudah bisa berjalan,” tambahnya.

Selain itu, menanggapi arahan Presiden terkait pelibatan pelajar dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan, Supian menyebut bahwa Kota Depok sejatinya telah memiliki program Jumat Bersih (Jumsih) yang rutin dilaksanakan.

“Sebetulnya kita sudah punya pola Jumsih. Presiden menekankan kembali upaya-upaya seperti itu. Soal hari, nanti kita sesuaikan dengan kondisi yang paling pas di Depok,” katanya.

Namun demikian, Supian menegaskan bahwa upaya kebersihan tidak boleh berhenti pada pengangkutan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) semata.

Pemkot Depok mendorong penyelesaian sampah dari hulu melalui pengolahan sampah organik dan anorganik di tingkat paling kecil, mulai dari RT dan RW.

“Kita dorong agar sampah tidak hanya dibersihkan lalu dioper ke TPA, tetapi diselesaikan dari hulunya. Termasuk mendorong anggaran RW untuk ikut menyelesaikan masalah sampah di lingkungannya,” paparnya.

Selain itu, Pemkot Depok juga melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti PKK, salah satunya dalam pengelolaan minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan.

“Kita sudah bekerja sama dengan Grenia. Tiga liter minyak jelantah bisa dikompensasi menjadi satu liter minyak bersih yang layak pakai. Ini sudah kita lakukan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *