Perayaan Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili Berjalan Kondusif, Warga Sebut Toleransinya Lebih Terasa

Kapolres tinjau ibadah Imlek di Vihara Gayatri

DEPOK– Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Depok berjalan lancar. Sebanyak 176 personel gabungan TNI-Polri diturunkan untuk mengamankan jalannya ibadah.

Sejumlah vihara dan klenteng dijaga petugas agar umat Tionghoa khusyuk dalam berdoa.

Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras beserta jajaran meninjau langsung jalannya ibadah di Vihara Gayatri yang terletak di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, Depok.

Pengecekan jalannya ibadah dilakukan bersama unsur TNI dari Kodim 0508/Depok guna memastikan kesiapan personel di lapangan.

“Hari ini kami dari jajaran Polres Metro Depok dibersamai oleh Pak Pasiops Kodim Depok mengecek pelaksanaan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran kami di klenteng atau vihara yang melaksanakan ibadah perayaan Tahun Baru Imlek,” kata Kapolres, Selasa (17/2/2026).

Dari hasil pemantauan di sejumlah lokasi, pengamanan berjalan optimal dan perayaan berlangsung lancar. Dari segi pengamanan pun sudah dilakukan dengan baik.

“Alhamdulillah, sejauh ini sesuai dengan pantauan kami di beberapa klenteng yang kami cek, baik dari segi pengamanan sudah dilakukan dengan baik dan juga dari segi perayaan, saudara-saudara kami yang melaksanakan ibadah Imlek berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan seluruh masyarakat,” ujarnya.

Ditegaskan, lancarnya perayaan Imlek menjadi wujud nyata toleransi antarumat beragama serta komitmen negara dalam menjamin kebebasan beribadah. Kapolres mengapresiasi toleransi yang tumbuh di Kota Depok saat ini.

“Ini yang kita harapkan, artinya wujud toleransi dan wujud negara melindungi segenap warganya untuk melakukan peribadatan sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Toleransi ini harus tumbuh dan berkembang di semua lapisan masyarakat, karena kita yakin negara ini terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan ras yang dipersatukan oleh para pendahulu kita menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tukasnya.

Kapolres menegaskan, seluruh rangkaian ibadah sejak malam perayaan hingga hari ini berjalan tanpa gangguan berarti.

“Semua berjalan dengan baik, mulai dari malam ibadah perayaan Imleknya sampai hari ini,” ungkapnya.

Dalam pengamanan Imlek 2026, aparat memprioritaskan tiga lokasi dengan jumlah jemaat terbanyak, meski pengamanan tetap dilakukan merata di seluruh titik ibadah.

“Pengamanan yang kami terjunkan merupakan personel gabungan. Sejak kemarin ada beberapa titik yang kami lakukan pengamanan,” katanya.

“Titik rawan tidak ada, artinya semua kita samakan. Hanya saja ada tiga lokasi yang kita prioritaskan karena jumlah jemaatnya cukup banyak. Namun demikian, pengamanan di lokasi lain juga tetap sama,” sambung Kapolres.

Sementara itu, Pengurus Vihara Gayatri, Parman mengatakan, perayaan Imlek tahun ini berlangsung khidmat dengan jumlah pengunjung yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Perayaan Imlek dari tahun ke tahun tetap sama. Kami beribadah untuk memohon agar tahun-tahun berikutnya lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Pengunjung sekarang lebih banyak dibandingkan dulu, karena suasananya lebih bebas, lebih aman, dan toleransinya lebih terasa, apalagi dengan adanya penjagaan dari Pak Kapolres dan jajaran,” ujar Parman.

Dikatakan, jemaat yang hadir tidak hanya berasal dari Depok, tetapi juga dari wilayah Jabodetabek hingga Bandung. Puncak perayaan telah dilaksanakan pada malam sebelumnya melalui ibadah bersama dan penyalaan lilin sebagai simbol harapan.

“Yang datang dari Jabodetabek, bahkan dari Bandung juga ada. Namun sebagian besar tetap warga sekitar dan dari Jakarta. Puncak acara semalam, kami sembahyang bersama dan memasang lilin sebagai simbol penerangan untuk tahun berikutnya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *