DEPOK24JAM– Bank Indonesia (BI) terus memperluas implementasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border sebagai upaya memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional. Ekspansi ini dilakukan melalui kolaborasi dengan penyelenggara sistem pembayaran, termasuk PT Finnet Indonesia.
QRIS Cross Border kini telah diterapkan di Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Pengembangan ini terus berlanjut untuk memperkuat konektivitas pembayaran antar negara.
Inovasi Teknologi Pembayaran Digital
Asisten Direktur sekaligus Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran (DKSP) Bank Indonesia Willy Togi mengatakan QRIS terus berkembang sejak diluncurkan pada 2019. Perkembangannya mencakup QRIS Cross Border dan QRIS Tap berbasis teknologi NFC yang merupakan inovasi terbaru.
“Perkembangannya sangat masif. Sekarang sudah ada QRIS antarnegara, kemudian yang terbaru ada QRIS Tap yang menggunakan teknologi NFC untuk pembayaran,” kata Willy di Surabaya, Senin.
Manfaat untuk UMKM dan Pariwisata
Implementasi QRIS Cross Border dirancang untuk memudahkan UMKM menerima transaksi dari wisatawan asing. Dengan sistem ini, pedagang hanya perlu mencetak QR code tanpa perlu mengurus perizinan tambahan.
“Sekarang cukup mencetak QR, wisatawan asing sudah bisa membayar secara digital,” ujarnya. Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di tingkat UMKM.
Sumber:

