DEPOK24JAM- Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sebanyak 64,5 persen dari 65,5 juta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia dikelola oleh perempuan. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat signifikan dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat grassroot.
Namun, seiring meningkatnya skala perusahaan, jumlah perempuan sebagai pemilik usaha justru makin berkurang. Fenomena ini menunjukkan adanya tantangan khusus yang dihadapi perempuan dalam mengembangkan bisnis mereka ke level yang lebih besar.
Pentingnya Peran Perempuan dalam Ekonomi
Perempuan selama ini telah menjadi tulang punggung ekonomi keluarga sekaligus penggerak utama ekonomi kerakyatan. Mereka tidak hanya mengelola bisnis, tetapi juga berperan aktif dalam mempertahankan stabilitas ekonomi rumah tangga dan komunitas sekitarnya.
Strategi Pemberdayaan Melalui Digitalisasi
Pemerintah, khususnya Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), terus memperkuat kapasitas sekaligus jejaring perempuan pelaku usaha. Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program edukasi dan pelatihan yang dirancang khusus untuk memberdayakan UMKM perempuan.
Salah satu inisiatif tersebut adalah penyelenggaraan talkshow “She-Connects: Perempuan Go Digital, UMKM Go Beyond” yang diikuti sekitar 250 perempuan dari kalangan UMKM, komunitas bisnis, perguruan tinggi, dan ekosistem digital di Surabaya, Jawa Timur. Acara ini menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital untuk mengembangkan dan menaikkan skala usaha perempuan.
Fokus pada Ekspansi Bisnis Perempuan
Pemberdayaan perempuan pelaku UMKM perlu terus diperkuat agar mampu memperluas skala usahanya. Dengan dukungan teknologi digital dan pelatihan yang tepat, perempuan pengusaha diharapkan dapat melampaui keterbatasan yang selama ini menghambat pertumbuhan bisnis mereka.
Inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk mengakui bahwa UMKM perempuan bukan kelompok ekonomi yang kecil atau pelengkap, melainkan segmen pasar yang besar dan memiliki potensi pertumbuhan yang signifikan bagi perekonomian nasional.
Sumber:

