DEPOK24JAM – PT Primadaya Plastisindo Tbk (PDPP) mencatat lonjakan kinerja pada semester I 2026. Produsen kemasan plastik ini berhasil membukukan pertumbuhan penjualan dua digit yang diikuti kenaikan laba bersih hampir lima kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perseroan yang berdiri sejak 2005 ini bergerak di bidang manufaktur kemasan plastik untuk berbagai sektor industri. Selain memproduksi kemasan fleksibel (flexible packaging), Primadaya Plastisindo juga memiliki divisi produk lain seperti rigid packaging, thermoforming, injection molding hingga paper packaging. Produknya digunakan oleh berbagai industri, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, produk rumah tangga hingga kebutuhan industri lainnya.
Penjualan Tumbuh, Laba Bersih Melonjak Hampir 370%
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, Primadaya Plastisindo membukukan penjualan bersih sebesar Rp291,11 miliar, meningkat sekitar 36,8% dibandingkan Rp212,73 miliar pada semester I 2025. Kenaikan penjualan tersebut diikuti pertumbuhan laba bruto menjadi Rp70,57 miliar dari Rp49,63 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan pendapatan tersebut membuat laba usaha perseroan ikut melonjak menjadi Rp58,44 miliar dibandingkan Rp24,71 miliar pada semester I 2025. Di sisi lain, beban bunga turun menjadi Rp5,58 miliar dari Rp6,71 miliar sehingga semakin memperkuat profitabilitas perusahaan.
Hasilnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp46,42 miliar, melonjak sekitar 369,6% dibandingkan Rp9,89 miliar pada semester I 2025. Kinerja tersebut menjadi salah satu pertumbuhan laba paling impresif di sektor manufaktur kemasan pada paruh pertama tahun ini.
Kas Melonjak, Neraca Makin Kokoh
Dari sisi neraca, Primadaya Plastisindo juga mencatat penguatan fundamental. Total ekuitas meningkat menjadi Rp473,09 miliar pada akhir Juni 2026 dari Rp432,47 miliar pada akhir 2025, didorong akumulasi laba bersih selama enam bulan pertama tahun ini.
Arus kas operasional berbalik positif menjadi Rp19,75 miliar, setelah pada semester I 2025 masih mencatat arus kas operasi negatif Rp19,19 miliar. Perusahaan juga mengakhiri periode dengan kas dan setara kas sebesar Rp40,66 miliar, melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp16,99 miliar pada semester I tahun lalu.
Di tengah peningkatan bisnis, Primadaya tetap melakukan ekspansi. Hal itu terlihat dari belanja investasi untuk uang muka pembelian aset tetap dan perolehan aset tetap yang mencapai lebih dari Rp18,9 miliar sepanjang semester pertama 2026.
Melalui berbagai divisi usahanya, Perseroan memproduksi beragam jenis kemasan seperti stand-up pouch, roll film, shrink film, vacuum packaging, cup, tray, botol plastik, paper cup hingga berbagai solusi kemasan khusus sesuai kebutuhan pelanggan. Diversifikasi produk tersebut membuat Primadaya melayani berbagai segmen industri sekaligus sehingga tidak bergantung pada satu sektor tertentu.
Dengan pertumbuhan penjualan yang kuat, lonjakan laba bersih hampir lima kali lipat, arus kas operasi yang kembali positif, serta posisi kas yang semakin tebal, Primadaya Plastisindo menunjukkan bahwa permintaan terhadap industri kemasan masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan sektor manufaktur pada semester I 2026.
Baca juga:
- Pollux Hotels Masih Bertahan di Tengah Lesunya Properti, Laba Semester I 2026 Turun 32%
- Homeco Victoria Makmur Kehilangan Momentum, Penjualan Ambruk 42% dan Laba Bersih Terpangkas 88%

