Ingin Beli Hewan Kurban, Berikut Tipsnya

Lapak Mall Hewan Kurban H. Doni

DEPOK- Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok memberikan tips bagi warga yang ingin membeli hewan kurban. Hewan yang dibeli tak hanya cukup dilihat besar dan gemuk saja, tetapi juga harus sehat dan sesuai ketentuan.

Warga Depok diimbau agar lebih teliti, terutama dalam memeriksa kelengkapan dokumen hewan kurban. Salah satu yang paling penting adalah memastikan bahwa penjual atau lapak tempat membeli hewan memiliki izin resmi dari camat. Izin ini menunjukkan bahwa lapak tersebut berada dalam pengawasan dan telah memenuhi standar keamanan dan kebersihan.

“Kadang masyarakat hanya lihat dari fisik hewan, padahal dokumen dan izin itu penting. Jangan asal beli,” kata Kepala DKP3 Kota Depok Widyati Riyandari, Senin (19/5/2025).

Hewan yang dibeli harus sudah diperiksa oleh petugas DKP3 Depok dan mendapat Surat Keterangan Pemeriksaan Hewan Kurban yang dikeluarkan oleh bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kemudian saat pengiriman ke lokasi penyembelihan, hewan wajib disertai SKKH atau Sertifikat Veteriner terbaru dari DKP3 Kota Depok. Ini untuk menjamin bahwa kondisi hewan tetap sehat hingga hari penyembelihan.

“Jadi, bagi warga Depok yang hendak membeli hewan kurban, jangan ragu untuk bertanya langsung kepada penjual. Dengan bertanya, kita bisa lebih yakin bahwa hewan kurban yang kita beli benar-benar sehat, sah, dan sesuai aturan. Kurban pun terasa lebih tenang dan bermakna,” ujarnya.

  1. Doni, pemilik Mall Hewan Kurban mengatakan, tahun ini yang banyak diminati adalah jenis sapi middle low. Sampai saat ini, sudah 5.500 ekor sapi yang terjual dengan harga yang relatif jauh lebih terjangkau. Kisaran harganya antara Rp17 juta hingga Rp30 juta.

“Karena mungkin ekonomi Indonesia lagi tidak baik-baik saja, jadi banyak orang yang beli kelasnya yang middle low gitu, cukup banyak itu,” katanya.

Mall Hewan Kurban miliknya terletak di Jalan Komjen Pol M Jasin, Cimanggis, Depok. Disana tersedia 8.000 ekor sapi yang didatangkan dari Kawasan Sumatera, seperti Palembang, Padang, dan Aceh.

“Yang Pulau Jawa ini juga cukup banyak ya,” ujarnya.

Pembelinya berasal dari berbagai wilayah, bahkan ada yang dari luar negeri seperti Australia, Italia dan Jerman. Haji Doni mengatakan, kondisi ekonomi Indonesia yang tidak sehat membuat sejumlah warga asing memilih untuk berkurban di negara ini.

“Contoh kemarin dari Azerbaijan aja itu berapa ekor, terus dari Turki juga berapa ekor, terus juga UK itu berapa ekor, kurang lebih data mereka itu buat kurban di Indonesia itu hampir 3.800 ekor. Mungkin dari warga negara Indonesia yang kurban ini agak turun sedikit, tapi di sana di Eropa teman-teman kami yang mau sumbang ke Indonesia itu cukup banyak,” ceritanya.

Menurutnya, hal itu terkait pula dengan efisiensi anggaran.Lebih lanjut Haji Doni mengatakan, sejumlah elit Gerindra pun telah jauh-jauh hari memesan sapi kurban ditempatnya.

“Teman-teman kami yang dari Gerindra itu sudah cukup banyak ya beli ya. Dari PDIP juga ada, dari NasDem juga ada, dari Hanura juga ada, karena kita berteman sama semua partai, mereka juga banyak beli juga,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *