Penjual Kopi di GDC Ngeluh Disuruh Bayar Rp 300 Ribu Tiap Bulan ke Ormas

Ruko Verbena GDC

DEPOK- Penjual kopi yang berjualan di Kawasan Grand Depok City (GDC) mengeluh karena harus membayar uang keamanan pada oknum organisasi masyarakat (ormas). Setiap bulan, penjual kopi itu diminta Rp 300 ribu dengan dalih membayar uang keamanan wilayah.

Seperti yang diungkapkan Khoiriyah, salah satu penjual kopi yang sudah setahun berjualan. Setiap tanggal 1 dia harus membayar uang keamanan ke salah satu ormas sebesar Rp 300 ribu.

“Iya setiap tanggal 1. Katanya buat pengamanan. Iya (ormas),” katanya, Senin (19/5/2025).

Setiap bulan ada rombongan yang mengaku dari salah satu ormas datang padanya. Khoiriyah pun terpaksa memberikan uang Rp 300 ribu supaya dia tetap bisa berjualan.

“Nggak tau juga dah, nggak hapal soalnya orangnya rombongan. (bayar) Rp 300 ribu,” ujarnya.

Dia mengaku penghasilannya kadang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keuntungan yang didapat dari jualan kopi tidaklah banyak. Namun dari keuntungan tersebut dia terpaksa menyisihkan Rp 300 ribu untuk bayar uang keamanan.

“Aku udah setahun (jualan). Berat lah, jualannya kan kayak gini, nggak begitu banyak untungnya,” keluhnya.

Keluhan lainnya juga diungkapkan Erica Dhania, pelaku usaha di Ruko Verbena. Dia menceritakan,biasanya ada pihak-pihak yang datang saat pelaku usaha bongkar muat barang.

“Barang atau apa misalnya kita bikin angkut keatas dia suka minta. Dari beda-beda yang datang. Masing-masing orangnya beda-beda ya,” katanya.

Sekretaris Paguyuban Ruko Verbena itu menuturkan, besaran uang kutipan yang diberikan tiap pelaku usaha berbeda-beda. Besarannya antara Rp 500 ribu hingga Rp 5 juta.

“Tapi yang saya tahu mungkin mereka ada yang per orangnya juga, ada yang mereka minta juga ke petugasnya, jadi yang tukang bersihinnya. Masing-masing ada yang dari Rp 500 ribu, ada yang sampai kalau ke pengusahanya ada yang minta sampai Rp 5 juta,” ungkapnya.

Uang yang diberikan pelaku usaha pada ormas itu disebut-sebut adalah untuk uang keamanan. Bahkan saat menjelang Idul Fitri mereka juga datang membawa proposal untuk bingkisan lebaran.

“Untuk pengamanan, tapi tidak dijelaskan. (Pas lebaran) mereka (datang) bawa proposal ya. Jelas minta untuk bingkisan Lebaran mereka,” akunya.

Menanggapi hal tersebut, Kabag Ops Polres Metro Depok, AKBP Maulana Jali Karepesina mengatakan akan mendalami keluhan tersebut.

“Sementara nanti kami akan dalami dulu, kami akan serahkan kepada posisi terkait untuk perkembangan lebih lanjut,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *