Sering Malak Warga, Polsek Sukmajaya Amankan 30 Orang Diduga Preman

razia preman Polsek Sukmajaya

DEPOK- Polsek Sukmajaya mengamankan 30 orang yang diduga melakukan tindakan premanisme diamankan Polsek Sukmajaya. Mereka terjaring dalam Operasi Brantas Jaya 2025. Operasi ini digelar sebagai bentuk komitmen jajaran kepolisian dalam memberantas segala bentuk tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat.

Kapolsek Sukmajaya, AKP Rizky Firmansyah Tontowiputra mengatakan, belasan orang tersebut diduga melakukan praktik pungutan liar (pungli). Praktik tersebut dikeluhkan masyarakat dan  langsung ditindaklanjuti pihaknya.

“Dalam rangka Operasi Brantas Jaya 2025 ini, Polsek Sukmajaya gencar melaksanakan operasi tangkap premanisme. Setiap hari kurang lebih 10-15 orang kita amankan yang diduga melakukan pungli atau tindakan premanisme,” katanya, Rabu (21/5/2025).

Mereka yang diamankan kemudian diperiksa data dirinya. Selain itu juga diperiksa benda-benda apa saja yang dibawa. Jika tidak ditemukan unsur pidana berat, maka mereka akan didata dan dibina.

“Langkah-langkah yang kami lakukan adalah pengecekan. Bila tidak ditemukan sajam atau barang membahayakan, kami data dan lakukan pembinaan sebelum diserahkan ke Dinas Sosial,” ujarnya.

Dari tangan mereka ikut disita uang tunai yang diduga hasil praktik pungli maupun pemalakan di lokasi umum.

“Sejauh ini temuan kami baru sebatas uang tunai. Tidak ada senjata tajam atau alat lain yang berbahaya,” tukasnya.

Belasan orang tersebut melakukan praktik pungli secara personal. Mereka tidak atas nama organisasi mana pun.

“Dari hasil yang kita dapatkan di lapangan, mereka tidak membawa nama ormas maupun organisasi,” ungkapnya.

Dari belasan orang yang diamankan terdiri dari juru parkir (jukir) liar, pengamen anak punk yang kerap menakut-nakuti pengunjung warung/kafe, hingga pak ogah yang mengatur lalu lintas demi imbalan.

“Jukir, anak punk yang ngamen dengan cara memaksa, bahkan ada juga yang meresahkan warga saat makan di tempat umum. Ini bisa masuk dalam golongan premanisme,” katanya.

Hingga 11 hari operasi, sudah 30 orang yang diamankan. Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas premanisme yang mereka temui di lapangan. Biasanya mereka beredar di kawasan Sukmajaya dan Cilodong.

“Untuk masyarakat, khususnya Sukmajaya dan Cilodong, jika melihat atau merasa resah akibat ulah preman, silakan hubungi call center 110 atau langsung ke Polsek Sukmajaya. Bisa juga laporkan ke Bhabinkamtibmas setempat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *