DEPOK24JAM– Beberapa hari ini mungkin sering melihat video-video luar biasa yang tersebar di media sosial—entah itu cuplikan adegan film yang tampak nyata padahal tidak pernah ada, tokoh-tokoh publik yang berbicara dalam situasi yang aneh, atau pemandangan indah yang terlihat seperti dari dunia mimpi.
Banyak yang bertanya-tanya, ‘Ini beneran nggak sih? Kok bisa sebagus itu?’ Jawabannya: tidak selalu nyata.
Banyak video yang kita lihat sekarang sebenarnya bukan hasil produksi film konvensional, melainkan karya dari kecerdasan buatan.
Dan kini, salah satu teknologi terbaru yang mendorong revolusi ini adalah Google VEO3—generasi terbaru dari model AI generatif video yang membawa kemampuan pembuatan video ke tingkat yang benar-benar baru.
VEO3 bukan cuma bisa menciptakan visual berkualitas tinggi dari perintah teks, tapi juga bisa menyusun audio seperti suara, efek, bahkan dialog yang tersinkronisasi dengan mulut karakter.
Jadi, video yang kelihatan seperti diambil dari kamera profesional, lengkap dengan suara-suara alami dan gerakan kamera yang sinematik… bisa saja sepenuhnya dibuat oleh AI.
Dengan semua kemampuan ini, sangat penting bagi kita untuk mulai lebih kritis—karena batas antara nyata dan buatan kini semakin kabur.
Dan VEO3 adalah bukti paling mutakhir bahwa masa depan konten digital sudah tiba—dan ia datang bersama suara, cerita, dan ilusi yang sangat meyakinkan.
Google telah memperkenalkan VEO3, model kecerdasan buatan (AI) generatif video terbaru yang merupakan suksesor dari VEO2.
VEO3 membawa sejumlah peningkatan signifikan dibandingkan pendahulunya, terutama dalam kualitas visual, kemampuan audio terintegrasi, dan pemahaman perintah yang lebih kompleks.
Salah satu perbedaan paling mencolok terletak pada kemampuan audio. VEO3 dirancang untuk tidak hanya menghasilkan visual video, tetapi juga mampu membuat dan mengintegrasikan audio secara langsung.
Ini mencakup efek suara, suara sekitar, hingga dialog karakter dengan sinkronisasi bibir yang akurat, menghasilkan video yang lebih imersif dan realistis.
Sementara VEO2 lebih berfokus pada aspek visual, VEO3 menghadirkan dimensi audio yang jauh lebih canggih.
Dari sisi kualitas video dan realisme, VEO3 menjanjikan peningkatan. Model ini diklaim mampu menghasilkan video dengan kualitas visual yang sangat tinggi, konsistensi karakter yang lebih baik, serta kontrol yang lebih presisi terhadap gaya dan pergerakan kamera.
Pemahaman VEO3 terhadap fisika dan gerakan di dunia nyata juga ditingkatkan, sehingga mengurangi artefak atau ilusi yang mungkin muncul pada model sebelumnya.
Peningkatan lainnya terdapat pada pemahaman perintah (prompt). VEO3 dirancang untuk dapat menginterpretasikan perintah teks yang lebih kompleks dan panjang, termasuk yang berbasis narasi. Hal ini memungkinkannya menghasilkan video dengan durasi lebih dari satu menit yang memiliki alur cerita dan struktur naratif yang jelas.
Meskipun VEO2 telah menunjukkan kemampuan impresif dalam menghasilkan video dari teks, bahkan dengan resolusi hingga 4K dan durasi yang cukup panjang, VEO3 dibangun di atas fondasi tersebut dengan berbagai penyempurnaan.
Pengenalan VEO3 di acara seperti Google I/O 2025 menandai langkah maju Google dalam persaingan teknologi AI generatif video.
Singkatnya, VEO3 dapat dianggap sebagai versi yang lebih matang dan komprehensif dari VEO2, dengan fokus utama pada integrasi audio yang mulus, kualitas visual yang superior, dan kemampuan interpretasi perintah yang lebih mendalam untuk menciptakan video yang lebih kaya dan hidup.

