Mahasiswa Pasundan Kecam Dedi Mulyadi atas Perlakuan terhadap Suporter Loyalis Persikas

DEPOK-Pengurus Besar Gerakan Mahasiswa Pasundan (PB GM Pasundan) menyatakan kecaman keras terhadap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atas perlakuannya kepada para suporter loyalis Persikas dalam sebuah acara publik di Subang yang juga dihadiri oleh Bupati Subang, belum lama ini.

Insiden bermula ketika sejumlah suporter Persikas menyuarakan keresahan dan permohonan bantuan terkait kabar potensi penjualan klub sepak bola kebanggaan daerah mereka. Namun, aspirasi itu justru ditanggapi dengan kemarahan oleh Gubernur Jawa Barat, yang dikenal dengan slogan “Gubernur Solutif”.

Dalam cuplikan video yang viral di media sosial, Gubernur terlihat membentak para suporter dan mengucapkan kalimat seperti, “Ini forum saya, gak punya otak! Persikas bukan urusan saya!” Ucapan itu menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk PB GM Pasundan yang menilai pernyataan tersebut sangat tidak bijak dan mencerminkan sikap reaksioner seorang pejabat publik.

“Berbeda sekali dengan saat Persib juara, beliau ikut konvoi dan bahkan memberikan bonus pribadi. Tapi saat Persikas—yang notabene juga klub daerah Jawa Barat—meminta bantuan, justru marah-marah,” tulis PB GM Pasundan dalam pernyataan resminya.

Mereka menilai reaksi keras Gubernur merupakan simbol bahwa pemimpin hanya merespons baik hal-hal yang dapat meningkatkan elektabilitasnya. PB GM Pasundan juga menyarankan agar Gubernur mengajak para suporter berdialog secara terbuka, bukan justru mempermalukan mereka di depan umum.

Kritik Bukan Kriminal

PB GM Pasundan menegaskan bahwa menyuarakan kritik di hadapan penguasa bukanlah tindakan kriminal. Mereka menyayangkan bahwa aspirasi dari masyarakat justru ditanggapi dengan emosi, bukan solusi.

“Justru mereka datang karena punya otak. Mereka ingin menyampaikan aspirasi kepada pemimpin yang mereka anggap bisa memberi solusi. Kalau KDM bisa kasih bonus 1 miliar ke Persib dan minta Sekda galang dana dari pejabat, kenapa tidak bisa lakukan hal serupa untuk Persikas?” lanjut pernyataan tersebut.

Organisasi ini juga menyayangkan perlakuan aparat kepada para suporter yang diamankan usai kejadian. Sejumlah foto memperlihatkan para suporter dipaksa jongkok, wajah mereka disenter satu per satu, dan bahkan ada yang tidak mengenakan baju, seperti sedang diperlakukan layaknya pelaku kriminal.

“Ini tindakan yang tidak manusiawi. Mereka bukan kriminal. Mereka adalah rakyat yang sedang meminta tolong,” tegas PB GM Pasundan. “Siapapun yang memperlakukan mereka seperti itu adalah penjilat kekuasaan dan bagian dari kelompok yang anti kritik.”

Dua Poin Tuntutan Suporter

PB GM Pasundan merangkum bahwa ada dua hal utama yang disampaikan oleh para loyalis Persikas dalam insiden tersebut:

  1. Mereka meminta bantuan kepada Gubernur dan Bupati agar klub Persikas tidak dijual.
  2. Mereka mengkritik kurangnya kepedulian pemerintah daerah terhadap klub lokal, meskipun tidak menggunakan dana APBD.

Sebagai solusi, PB GM Pasundan mendorong Gubernur dan Bupati untuk menggunakan pengaruhnya guna menarik investor atau pengusaha lokal agar membantu pendanaan klub, demi menjaga eksistensi Persikas sebagai simbol kebanggaan masyarakat Subang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *