- DEPOK- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Depok bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Depok serta PT Karabha Didgaya (KD) kompak turun ke jalan saat pelaksanaan car free day (CFD) di Jalan Margonda Depok pagi tadi. Wali Kota Depok Supian Suri, Dandim 0508/Depok Kolonel Inf Iman Widhiarto, Wakapolres Metro Depok AKBP Dwi Prasetyo, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok M. Arief Ubaidillah dan awak media membersihkan sampah yang ada di jalanan.
Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan menyambut HUT Bhayangkara ke-79. Forkopimda, media dan warga menyusuri Jalan Margonda dengan jalan santai dan mengambil sampah yang ada di jalanan. Dalam kegiatan ini para peserta nampak antusias dan menikmati jalan santai sambil membersihkan sampah.
Wali Kota Depok, Supian Suri mengapresiasi langkah nyata IJTI dan PT Karabha Digdaya yang turut mengkampanyekan aksi pengurangan sampah plastik.
“Ini luar biasa yang diinisiasi oleh teman teman Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia Kota Depok bekerjasama dengan PT Karabha Digdaya, bekerjasama dengan unsur polres, unsur kodim, unsur kejaksaan atau Forkopimda, termasuk kami di Pemerintah Kota Depok,” katanya, Minggu (15/6/2025).
Dikatakan, untuk menjaga kebersihan lingkungan diperlukan satu langkah nyata. Hal kecil seperti mengambil sampah yang dibuang tidak pada tempatnya merupakan langkah konkrit yang patut diapresiasi.
“Ini sangat luar biasa, sekali lagi nggak harus punya hal-hal besar yang kita lakukan untuk mencintai alam kita. Hal-hal kecil tapi bisa konsisten, bisa masif, Insyaallah ini akan cukup berkontribusi buat alam kita,” ujarnya.
Dia menuturkan,untuk mengurangi sampah harus banyak inovasi. Saat ini beban sampah Depok mencapai 1.200 ton per hari yang dibuang ke TPA Cipayung. Diketahui bahwa kondisi tempat penampungan akhir tersebut sudah melebihi kapasitas dan bahkan masuk alam kategori mengkhawatirkan.
“Jadi yuk kita semua bersemangat, termasuk upaya kita di CFD nanti. Saya kemarin sudah menginisiasi minta ada satgas yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan secara langsung, ada tim yang terus memonitor pelaksanaan CFD per pekannya,” ungkapnya.
Wakapolres Metro Depok, AKBP Dwi Prasetyo Wibowo menuturkan, kegiatan ini patut didukung. Menurutnya rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus jelang peringatan Hari Bhayangkara ke-79 adalah satu wujud sinergitas yang baik.
Dia mengingatkan pada semua pihak untuk ikut menjaga alam, khususnya saluran-saluran sungai demi keberlangsungan anak cucu dan demi bangsa Indonesia.
“Ini merupakan momentum yang baik, yang mana bersama-sama berkolaborasi dengan pemerintah Kota Depok, TNI, Polri bersama masyarakat, sama-sama sadar untuk mengurangi sampah plastik,” katanya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Karabha Digdaya, Trisnadi Yulrisman mengatakan, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian alam, khususnya dalam hal sampah.
“Intinya kami senantiasa mendukung program kebersihan, program lingkungan hidup yang ada di lingkungan Kota Depok ini, yang tentunya ini harus berkesinambungan,” katanya.
Trisnadi mengatakan, bahwa pihaknya memang mempunyai pendekatan yang sustainability development goals atau pembangunan yang berkelanjutan.
“Dan tentunya ini salah satu yang kita lakukan terkait dengan kebersihan, terkait dengan pengurangan sampah plastik dan pengurangan sampah yang lainnya juga. Tentunya ini mendukung program Pemerintah Kota Depok untuk bisa menjalankan kebersihan dan juga menjaga lingkungan,” tuturnya.
Sementara itu, Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf. Iman Widhiarto menambahkan, bahwa pihaknya tentu sangat mendukung aksi nyata dalam mengurangi sampah.
“Ini kegiatan yang luar biasa. Jadi mencintai alam itu banyak sekali implementasinya. Termasuk yang hari ini tadi kita laksanakan, kita ngambilin sampah di CFD, dan alhamdulillah tadi anak-anak yang ikut jalan itu ngambilin sampah sampah plastik bersama kita,” katanya.
Menurutnya, yang perlu dilakukan selanjutnya adalah penyelesaian setelah sampah ini terkumpul.
“Sampah ini terus mau diapakan? Apakah sekedar ditumpuk seperti di TPA Cipayung, atau diolah? Nah ini nanti yang menjadi PR kita bersama, dan kita harus bersinergi, sehingga sampah sampah yang sudah terkumpul tadi, selanjutnya bisa benar benar habis kembali ke alam. Zero waste konsepnya,” pungkasnya.

