DEPOK- Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) kembali menyelenggarakan salah satu bentuk tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat “Aksi Nyata” di Kampung Ilmu, Tegalwaru, Purwakarta. Ini adalah kegiatan yang sudah empat kali digelar. Kegiatan ini merupakan bentuk tridharma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat hasil kerja sama dengan Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK), dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UI.
Program ini menyasar fokus sustainable development goals (SGDs) kedua (zero hunger), ketiga (good health and well-being), empat (quality education), dan delapan (decent work and economic growth). Program ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan akses layanan kesehatan dasar, pendidikan, asupan gizi, dan keterbatasan ekonomi masyarakat di wilayah terpencil.
Kegiatan dilakukan di lima area yaitu SMKN Tegalwaru Kampung Ilmu, Balai Desa Cisarua, SMPN 03 Cisarua, SDN 02 Cisarua, dan SDN 01 Cisarua. Tim FKG UI menghadirkan bentuk kegiatan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, konsultasi dokter gigi, pemeriksaan serta perawatan gigi sederhana berupa penambalan, pencabutan, dan pembersihan karang gigi, serta pelatihan “dokter gigi cilik” untuk anak-anak sekolah dasar.
Materi penyuluhan makanan sehat oleh FKG di sekolah menjadi salah satu upaya mengentaskan angka stunting di desa tersebut. Data dari Puskesmas Tegalwaru menujukkan bahwa angka kasus stunting berjumlah 93 kasus di tahun 2025. Oleh karena itu, FKG menggaet tim kesehatan yaitu FK untuk menyediakan layanan pemeriksaan USG bagi ibu hamil, pemeriksaan ibu menyusui dan balita, pengobatan dewasa dan anak. Lebih lanjut, FIK menyampaikan materi gizi untuk ibu hamil dan menyusui serta demo masak makanan sehat bergizi bersama siswa SMKN Tegalwaru.
FEB UI juga ikut andil dalam menggelar pelatihan kewirausahaan bagi siswa SMK, warga dalam upaya pengembangan UMKM serta lokakarya pengelolaan keuangan rumah tangga bagi masyarakat. Lebih dari 1200 penerima manfaat yang terdiri atas siswa SD, siswa SMP, dan siswa SMK, dan para warga didampingi guru dan relawan dari Yayasan Nurani Dunia serta Kader Kampung Ilmu mendapat dampak dari kegiatan berkelanjutan ini.
Kegiatan ini juga didukung oleh LADOKGI R.E.Martadinata yang berkontribusi dalam penyediaan sumber daya manusia dan dukungan teknis di lapangan sehingga pelaksanaan dapat berjalan lancar dan terstruktur. Seluruh rangkaian ini dapat terlaksana juga dengan dukungan dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial (DPIS) UI, Ikatan Alumni FKGUI, Persatuan Dokter Gigi Kabupaten Purwakarta, Dinas Kesehatan, serta Puskesmas Tegalwaru. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh dosen, mahasiswa, serta tendik sivitas sebagai bentuk pengamalanan tridharma perguruan tinggi.
Direktur Direktorat Pengabdian Masyarakat & Inovasi Sosial (DPIS) UI, Luh Gede Saraswati Putri atau akrab disapa Saras mengatakan, melalui rangkaian penyuluhan, pelatihan, dan pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini bertujuan terbentuknya kesadaran, komitmen, kemauan, dan pengetahuan yang mendalam pada siswa, guru, relawan, serta kader mengenai upaya pencegahan penyakit umum dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut, sehingga pada akhirnya dapat tercipta peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. Materi penyuluhan dan pelatihan yang diberikan merupakan hasil kajian riset yang dilakukan di universitas.
“DPIS UI sebagai direktorat yang mengkurasi kegiatan pengmas, berharap banyak kegiatan pengabdian masyarakat dan inovasi sosial yang unggul dan berdampak besar untuk kemaslahatan masyarakat,” katanya, Senin (16/6/2025).
Dekan FKG UI, Prof. Lisa Rinanda Amir mengatakan, besar harapannya kegiatan ini menjadi momen satu hari, tetapi menjadi titik awal lahirnya transformasi kesadaran, komitmen, dan kemauan bersama yang berkelanjutan dalam upaya pencegahan penyakit serta pemeliharaan kesehatan.
“Semoga setiap ilmu dan keterampilan yang diterima dapat terus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dampak positifnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Kampung Ilmu dalam jangka panjang,” katanya.
Sinergi yang terjalin selama ini membuktikan bahwa kolaborasi lintas sektor dapat menghadirkan perubahan positif yang signifikan. Kedepannya, FKG UI berharap dapat terus mengembangkan inovasi sosial dalam layanan pengabdian masyarakat, sehingga semakin banyak komunitas terpencil yang merasakan manfaatnya.

