Wali Kota Depok Jenguk Santri Korban Keracunan di RS Brimob: Tersisa 9 Santri Dirawat

Wali Kota jenguk korban keracunan di RS Brimob

DEPOK- Sebanyak sembilan santri Pondok Pesantren (ponpes) Baitul Quran masih dirawat di RS Bhayangkara Brimob, Depok usai mengalami keracunan makanan. Tercatat ada 135 santri Ponpes Baitul Quran di Kecamatan Cimanggis, Depok mengalami keracunan diduga usai mengonsumsi kornet.

Wali Kota Depok Supian Suri menjenguk para santri yang masih dirawat untuk memastikan kondisi mereka. Santri yang mengalami keracunan dilarikan ke RS Brimob dan puskesmas.

“Jadi saya memastikan anak-anak kita terlayani dan Alhamdulillah luar biasa ini dari Brimob sudah sangat melayani,” katanya, Kamis (4/9/2025).

Supian sudah menginstruksikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok untuk mengecek ke ponpes untuk melakukan investigasi. Penyebab keracunan yang dialami santri baru akan diketahui setelah hasil investigasi keluar.

“Kami juga mengecek ke pondok untuk melihat kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya keracunan makanan ini. Mudah-mudahan tadi beberapa hal kita coba ambil langkah sebelum benar-benar kita bisa dapat membuktikan hal apa yang menyebabkan keracunan buat anak-anak kita ini,” ujarnya.

Supian mengaku belum mengetahui penyebab keracunan tersebut. untuk itu dia meminta Dinkes mendalami kasus ini.

“Kemungkinan-kemungkinan hal yang salah satunya mungkin ada pengelolaan air minum di sana. Tapi sekali lagi kita belum bisa memastikan juga, ini baru dugaan-dugaan. Sehingga saya ingin memastikan bahwa untuk air minum, kita pastikan yang dimasak dulu, tidak menggunakan air minum olahan itu. Karena salah satu kemungkinan khawatir, karena kemarin juga pondoknya kena banjir ya. Jadi banyak hal yang mungkin menjadi latar belakang atau penyebab ini,” tukasnya.

Terkait informasi bahwa keracunan terjadi usai santri mengonsumsi kornet, Supian juga belum bisa memastikan. Saat ini pihaknya masih menunggu hasil laboratorium.

“Belum bisa dipastikan, cuma maksud saya untuk mengantisipasi itu. Kita belum bisa memastikan minuman atau apapun belum bisa memastikan, ini masih diproses di cek lab. Tadi ada teman-teman dari Balai Pom sudah datang juga, kita akan cek, tapi insya Allah kita akan monitor terus di pondok dan Alhamdulillah penanganan santri-santri yang harus dirawat disini juga sangat baik,” bebernya.

Yang jelas, kata Supian, pihaknya akan terus mengawasi kasus ini hingga terungkap penyebab keracunan. Dia sudah meminta dinas terkait untuk terus memonitor kasus ini.

“Ya, bukan hanya disini, bukan hanya di pondok. Karena kan bukan hanya salah satu pondok ini yang melayani santri. Saya minta Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas terus memonitor titik-titik atau layanan-layanan yang memberikan layanan makanan buat anak-anak kita, sehingga kita bisa memastikan semuanya sehat,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *