Waduh, Pasien Asuransi Black Card ‘Diusir’ RS Swasta di Depok

Pasien RS Bunda diduga diusir

DEPOK- Suara kekecewaan diungkapkan Desi Ria Makdalena terhadap layanan  sebuah rumah sakit swasta yang terletak di Jalan Raya Margonda, Depok.

Desi mengaku kecewa karena salah satu stafnya yang dirawat di rumah sakit tersebut diduga diusir tanpa penjelasan.

Kekecewaan itu dia ceritakan di sosial media miliknya. Desi menceritakan, stafnya yang dirawat dipulangkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Padahal, stafnya itu adalah pasien asuransi swasta ‘black card’. Dia menceritakan, pasien tersebut dipulangkan malam hari jam 8 tanpa konfirmasi sebelumnya. Dan harus keluar jam 9 malam.

Menurutnya, perawat maupun dokter tidak mampu menjelaskan SOP dengan baik dan memberi rasa nyaman ke pasien.

Ketika dikonfirmasi malah menyudutkan pasien. Desi mengaku sangat kecewa dengan pelayanan RS tersebut.

“Jadi gua kemarin melayangkan komplen terhadap salah satu rumah sakit, intinya salah satu staf gua akan gua sebut pasien ke depannya sedang dirawat di rumah sakit tersebut menggunakan asuransi swasta black card dan dirawat di ruangan VIP A,” katanya dikutip dari akun @mgdalens, Minggu (23/11/2025).

Dikatakan bahwa dia adalah penanggung jawab pasien tersebut. Dia sudah memberikan nomor handphonenya pada pihak RS dan menandatangani semua perjanjian yang tertulis.

“Biaya lebih, entah apapun pokoknya gua penanggungjawab dari si pasien,” ujarnya.

Beberapa hari setelah dirawat, tiba-tiba pasien tersebut disuruh pulang jam 20.30 WIB. Pasien pun meminta agar pulang esok pagi namun tidak diizinkan oleh suster yang bertugas.

“Susternya tetap bilang nggak boleh. Harus tetap keluar dari ruangan tersebut sebelum jam 9. Berkemas aja dulu, nanti akan didampingi satpam. Intinya keluar. Ya pokoknya bahasanya halus, tapi intinya tetap harus keluar jam 9 malam,” ceritanya.

Desi pun meminta stafnya untuk kembali meminta pada pihak RS untuk pulang besok pagi. Namun hal itu tetap tidak diizinkan.

“Gua bilang udah nego lagi, bilang besok aja, nanti akan bayar biaya lebihannya,” ungkapnya.

Setelah dinegosiasikan dengan dijanjikan pembayaran lebih akhirnya pihak RS setuju dan membuka tagihan baru. Karena penasaran Desi pun menghampiri RS tersebut malam itu juga.

“Karena penasaran lalu menuju RS tersebut dan datang ke lantai 3 ke area suster dan bertanya bagaimana SOP dari pemulangan pasien,” tanyanya pada salah seorang suster disana.

Namun Desi mengaku tidak mendapatkan penjelasan yang detil mengenai pertanyaannya. Dia pun diminta menunggu di ruangan pasien.

“Ditunggu ngga datang. Akhirnya gua ajak pasien untuk pulang, karena dia (pasien) juga udah ngga mood karena diusir dua kali,” katanya.

Sambil menunggu pasien membereskan barang, Desi kembali ke area suster dan kembali bertanya namun tetap tidak mendapat jawaban. Dia pun bertanya untuk menyelesaikan administrasi.

“Sudah oke selesai pasien keluar, turun ke lantai satu lobi dan menyelesaikan administrasi,” pungkasnya.

RSU Bunda Margonda angkat bicara soal adanya dugaan salah satu pasien asuransi swasta yang dipulangkan tanpa pemberitahuan.

Sementara itu, Hospital Director RSU Bunda Margonda, dr. Mira Puspitasari mengatakan, pihaknya menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh.

Kejadian tersebut menjadi perhatian pihaknya. Saat ini sedang ditangani sesuai prosedur yang berlaku

“Saat ini, kami sedang menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh. Hal ini menjadi perhatian manajemen dan ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima.

Pihaknya mengutamakan kualitas layanan pada pasien. Kenyamanan dan keselamatan pasien menjadi prioritas dan komitmen RS.

“Kenyamanan, keselamatan, dan kualitas layanan pasien merupakan prioritas dan komitmen kami,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *