DEPOK- Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG UI) menggelar kerja sosial operasi celah bibir dan lelangit di RSUD Saweri Gading, Palopo, Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini hasil kerjasama RSUD Saweri Gading, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Palopo, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Palopo, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Palopo, serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Palopo.
Setiap tahunnya, diperkirakan sekitar 7.500 bayi di Indonesia lahir dengan kondisi bibir dan/atau langit-langit sumbing.
Kelainan kongenital ini tidak hanya memengaruhi fungsi makan dan bicara, tetapi juga berpotensi menghambat tumbuh kembang serta aspek psikososial anak.
Sebagai upaya memperluas akses layanan, Sumbing Bibir Foundation dan Yayasan Senyum Anak Bangsa (YSAB) bekerjasama dengan Departemen Bedah Mulut dan Maksilofasial FKG UI memberikan perawatan komprehensif bagi masyarakat di Palopo.
Ketua penyelenggara, Dr. drg. Dwi Ariawan mengatakan, keberlanjutan layanan menjadi kunci dalam membantu anak-anak dengan kondisi ini.
“Celah bibir dan lelangit dapat berdampak besar pada fungsi makan, bicara, tumbuh kembang, dan psikososial seorang anak,” katanya, Rabu (17/12/2025).
Dengan memberikan penanganan sedini mungkin, tidak hanya memperbaiki struktur wajah, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan yang lebih cerah.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini dan dapat terus berkembang menjadi jaringan pelayanan berkelanjutan, sehingga semakin banyak anak-anak di wilayah Timur Indonesia yang mendapatkan akses terhadap operasi yang aman, modern, dan berkualitas,” ujarnya.
Dekan FKG UI, Prof. drg. Lisa Rinanda Amir menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini dan menegaskan bahwa akses terhadap layanan kesehatan adalah hak seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
“FKG UI percaya bahwa layanan kesehatan berkualitas tidak boleh terpusat hanya di kota-kota besar. Setiap anak di Indonesia, baik di barat, tengah, maupun timur berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk hidup sehat dan berkembang secara optimal,” katanya.
Kolaborasi seperti ini menjadi wujud nyata bahwa inklusivitas dalam pelayanan kesehatan dapat diwujudkan ketika semua pihak bergerak bersama.
Melalui kerja sosial ini, FKG UI terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan klinis, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kolaborasi dan partisipasi berbagai pihak diharapkan menjadi pondasi bagi penyelenggaraan program serupa di masa mendatang, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan spesialistik,” pungkasnya.

