DEPOK– Setelah bertahun-tahun, akhirnya Nuroji dilantik menjadi Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Depok periode 2025-2028.
Pelantikan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dengan pelaku kebudayaan. Tujuannya untuk memperkuat peran pelestarian dan pemajuan budaya.
Ketua DKD Depok Nuroji mengatakan, pelantikan kali ini memiliki makna tersendiri bagi dirinya dan seluruh pengurus yang dilantik.
“Momen yang berbeda hari ini biasanya kita main sendiri lah, kira-kira begitu. Dulu kita pada main sendiri, dilepas, klayar kluyur sendiri,” katanya, Rabu (31/12/2025).
Pelantikan ini menjadi tonggak baru kolaborasi antara pemerintah daerah dan para pelaku seni serta budaya di Kota Depok.
“Ya sekarang ada yang memangku, istilahnya ada pemangku ya pemerintah daerah, dalam hal ini wali kota yang sudah memberikan ruang atau perhatian kepada kesenian dan kebudayaan kita, khususnya di Depok ini dengan membentuk Dewan Kebudayaan Daerah,” ujarnya.
Dikatakan, pembentukan DKD merupakan amanat peraturan daerah yang sejalan dengan kebijakan nasional terkait pemajuan kebudayaan.
“Ya di Perda memang dicantumkan ada Dewan Kebudayaan Daerah, yang tugasnya tadi, salah satunya disebut membantu pemerintah daerah dalam melakukan fungsi kemajuan kebudayaan yang ada di amanah Undang Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan,” ucapnya.
DKD berperan sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam bidang kebudayaan.
“Ini merupakan representasi dari teman-teman seniman, budayawan, para ahli budaya, adat istiadat dan semua, bidang-bidang kebudayaan, kan banyak ya, ada bahasa dan lain-lain,” ungkapnya.
Cakupan kerja DKD jauh lebih luas dibandingkan lembaga kebudayaan sebelumnya.
“Dulu kan kita cuma mengenal Dewan Kesenian aja, ini sekarang lebih luas yang kita urus, termasuk kuliner, adat istiadat, ritual, ritus, situs, situs itu cagar budaya ya,” katanya.
Pengelolaan cagar budaya memiliki payung hukum dan lembaga tersendiri, namun tetap berkolaborasi dengan DKD.
“Karena disitu nanti akan pendataannya dilakukan oleh Dewan Kebudayaan Daerah, pendataan, penelitiannya juga. Maka itu nanti kita perlu support ya, seperti support tenaga,” pungkasnya.

