Wali Kota Hingga Gubernur Hadiri Perayaan Natal Bersama Tingkat Kota Depok, Simbol Sejarah Peradaban Baru

Perayaan Natal bersama Kota Depok

DEPOK- Angin segar perubahan kepemimpinan dirasakan warga Kota Depok. Depok yang dulunya dinilai sebagai kota ekslusif, saat ini sudah mulai membuka diri. Banyak kerja sama dengan berbagai pihak di luar Kota Depok sudah dilakukan, tak terkecuali dengan tingkat provinsi hingga pemerintah pusat.

Di sisi lain, saat ini Pemerintah Kota (pemkot) Depok juga sudah membuka diri dengan merangkul berbagai kalangan dan umat lintas agama. Misalnya dengan memperbolehkan pawai Ogoh-ogoh saat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1947 pada 28 Maret 2025.

Kemudian Barongsai yang diikutsertakan dalam acara gerak jalan dalam rangka Hari Amal Bakti (HAB) 2026 hingga digelarnya perayaan Natal bersama tingkat Kota Depok di GBI Pancoran Mas pada Minggu (25/1/2026). Sederet agenda tersebut hampir tersebut hampir tidak pernah terlaksana selama 20 tahun lalu.

Christine, salah satu jemaat mengaku senang dengan adanya perayaan Natal bersama tingkat Kota Depok. Menurutnya, ini adalah angin segar di era pemerintahan Supian Suri- Chandra Rahmansyah.

“Sangat gembira dan antusias serta bersyukur karena ini baru pertam kalinya digelar. Bahkan Pak Gubernur Jawa Barat ikut hadir semalam,” katanya, Senin (26/1/2026).

Menurutnya, saat ini Depok terasa toleran. Terbukti dengan adanya kegiatan berbagai agama yang difasilitasi Pemkot Depok. Dia sangat senang karena Depok menjadi terbuka saat ini tanpa membeda-bedakan.

“⁠Depok semakin dewasa dan toleran, kenyamanan makin terasa. Pemkot Depok memberikan perhatian merata untuk semua masyarakat dan kalangan. Saya yakin Depok akan menjadi kota yang termaju, terdepan, ternyaman se-Jawa Barat,” ungkapnya.

Dalam perayaan Natal bersama tingkat Kota Depok dihadiri Wali Kota Depok, Supian Suri hingga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Gubernur bahkan mengapresiasi kehadiran Pemkot Depok dalam kegiatan tersebut. Menurut Dedi, kehadiran Wali Kota Depok merupakan sebuah sejarah mempersembahkan cinta bersama warga karena pemimpin hadir ditengah-tengah warganya.

“Di Kegiatan perayaan Natal disini, ada pak Walikota, didukung ada pak Kapolres, Dandim, Kepala Kejaksaan, Kemenag, Bang Pradi mempersembahkan cinta dimana pemerintah hadir,” katanya.

Dedi menuturkan, ini adalah sejarah peradaban baru Kota Depok menyongsong toleran dimana warganya saling mencintai.

“Hidup itu saling memuliakan, hidup saling mendoakan, dan saling mengasihi,” ujarnya.

Gubernur berpesan bahwa nilai utama Natal adalah cinta yang diwujudkan dalam kasih. Cinta kasih adalah perasaan mendalam berupa kasih sayang, kebaikan, dan kepedulian tulus tanpa pamrih terhadap orang lain atau diri sendiri.

“Yang mendorong tindakan memberi dan membantu tanpa mengharapkan balasan, serta menciptakan ikatan harmonis dan kebahagiaan universal,” tukasnya.

Menurutnya, semangat cinta dan toleransi harus terus dirawat dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di daerah dengan tingkat keberagaman tinggi seperti Jawa Barat.

“Jika kita memegang nilai cinta, maka perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *