DEPOK24JAM– Masih banyak masyarakat di Indonesia yang menganggap susu kental manis (SKM) sebagai susu untuk diminum setiap hari, terutama saat sarapan. Padahal, SKM bukanlah pengganti susu karena kandungan gulanya jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar maupun susu UHT.
Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa susu kental manis merupakan produk olahan susu dengan penambahan gula yang sangat tinggi, yaitu sekitar 40–50 persen dari total komposisi.
“Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian. Jika dijadikan minuman utama, ada risiko kesehatan,” ujarnya.
kandungan gula susu kental manis sangat tinggi
Dibandingkan susu segar dan susu UHT, kandungan gizi susu kental manis jauh lebih rendah. Meski masih mengandung protein dan lemak, jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan nutrisi harian.
Dalam satu takaran saji sekitar 30 gram atau setara tiga sendok makan, susu kental manis mengandung sekitar 15 gram gula. Sementara itu, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan adalah 50 gram.
Artinya, jika seseorang mengonsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari, jumlah tersebut sudah mencapai batas konsumsi gula harian.
risiko konsumsi susu kental manis setiap hari
Konsumsi susu kental manis secara berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, seperti kelebihan gula, obesitas, hingga gangguan metabolisme.
Karena itu, penting untuk memperhatikan takaran konsumsi. Disarankan menggunakan sendok takar dan tidak langsung menuangkan dari kaleng agar asupan gula tetap terkontrol.
fungsi susu kental manis yang sebenarnya
Dr Karina menegaskan bahwa susu kental manis sebaiknya digunakan sebagai pelengkap makanan atau minuman, bukan sebagai susu utama untuk dikonsumsi setiap hari, terutama bagi anak-anak.
Saat bulan puasa, minuman manis memang sering dikonsumsi saat berbuka. Namun, jika sudah menggunakan susu kental manis, sebaiknya tidak menambahkan gula atau sirup tambahan agar tidak berlebihan.
Dengan memahami kandungan dan fungsi susu kental manis, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengonsumsinya dan tidak lagi menjadikannya sebagai pengganti susu harian.

