Brimob X-Treme 2026 Digelar, Cara Jitu Temukan Atlet Tembak Terbaik

DEPOK– Korps Brigade Mobil (Brimob) menggelar Brimob X-Treme 2026. Ini adalah ajang adu ketangkapan menembak bergengsi bertaraf internasional.

Kompetisi ini diikuti 475 peserta baik dari dalam dan luar negeri. Antara lain dari Malaysia, China dan Korea Selatan (Korsel).

Kejuaraan ini digelar selama sepekan sejak 7 -12 April 2026 di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Korps Brimob Polri, Kelapadua, Depok.

Kompetisi ini menghadirkan kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III serta PCC Optic Level II.

Kejuaraan nasional ini mencerminkan kualitas prestasi menembak yang telah berstandar internasional, dengan partisipasi peserta dari atlet hingga masyarakat pecinta olahraga shooting, serta partisipan dari beberapa negara sahabat diantaranya China, Korea Selatan dan Malaysia.

Brimob Xtreme 2026 juga menjadi sarana silaturahmi dan ruang kompetitif bagi atlet nasional maupun internasional untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Tahun ini, Brimob Xtreme 2026 menghadirkan 20 stage menantang yang menguji ketangkasan, kecepatan, ketelitian, kekuatan fisik, serta ketangguhan mental seluruh peserta.

Seluruh stage telah disusun sesuai standar internasional IPSC, memastikan kompetisi berlangsung fair, aman, dan profesional.

Brimob Xtreme 2026 mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, yang mencerminkan semangat keberanian dan ketelitian dalam menghadapi situasi ekstrem.

Ajang ini diharapkan semakin memperkuat citra Korps Brimob Polri sebagai institusi yang profesional, inovatif, dan berdaya saing global.

Komandan Korps (Dankorp) Brimob Polri, Komjen Pol Ramdani Hidayat mengatakan, agenda ini merupakan bagian dari rangkaian jelang peringatan HUT Brimob.

“Walaupun HUT Brimob-nya adalah November, tapi kami ambil jauh-jauh hari agar nanti (acaranya) tidak bertumpuk,” katanya, Sabtu (11/4/2026).

Komjen Ramdani menuturkan, event kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, Brimob Cup hanya untuk internal saja. Namun ada saran untuk dibuka juga bagi umum.

“Akhirnya dibuka untuk luar, termasuk dari peserta luar Brimobnya, baik itu daerah maupun Alhamdulillah diikuti oleh luar negeri juga,” ujarnya.

Ia menyebut, ide kejuaraan Brimob X Treme ini berawal dari obrolan ringan di lapangan tembak. Tujuan awalnya adalah untuk silaturahmi antar penembak.

“Jadi ini ajang awal pertamanya adalah yang kita utamakan adalah ajang silaturahmi. Karena mungkin untuk tempat tertentu mungkin terbatas, dan Alhamdulillah di sini kami buat bagaimana senyaman mungkin untuk peserta menembak,” tuturnya.

Tujuan lainnya, event ini digelar untuk meningkatkan kemampuan profesionalisme, khususnya anggota Brimob.

“Dan Alhamdulillah tahun ini tidak reaksi aja, tapi presisi juga dan pesertanya memang banyak, sekitar 475 orang. Kemudian kalau seperti itu kita juga belajar sama penembak-penembak yang baik itu tingkat regional, nasional sampai internasional. Nah mudah-mudahan khususnya di Brimob dan khususnya di Polri juga membuat atau dapat bibit-bitit untuk penembak-penembak berkaitan yaitu presisi maupun nembak reaksi ini,” tukasnya.

Komjen Ramdani menegaskan, menembak adalah bagian dari kemampuan pasukan Brimob. Oleh karenanya diperlukan peningkatan kemampuan.

“Tidak bisa kita hanya latihan-latihan tanpa kompetensi. Nah inilah ajang kompetensi, ajang belajar, ajang evaluasi bagi kita semuanya khususnya di jajaran Korps Brimob ini,” tuturnya.

Ia merinci, dari 475 peserta yang ikut, beberapa di antaranya berasal dari luar negeri, seperti Malaysia mengirim 17 peserta, China 1 peserta, dan Korea Selatan 2 peserta.

“Kemarin sebenarnya ada dari Eropa Timur termasuk Rusia karena mungkin ada kegiatan di sana termasuk Filipina, mereka tidak jadi karena ada kegiatan di daerahnya, mungkin juga situasi hal-hal lain yang mungkin kami juga tidak tahu. Tapi yang pertama-tama awal mereka malah mendaftar duluan, jadi dua bulan kemarin malah mereka daftar duluan, tapi sebulan kemarin disampaikan kami tidak bisa ikut karena ada kegiatan di tempat mereka,” sambungnya.

Lebih lanjut Komjen Ramdani juga mengatakan, aplikasi dalam kegiatan ini diharapkan dapat menunjang tugas-tugas, khususnya Korps Brimob.

Ia berharap bahwa ke depan tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran, khususnya Polri dan Brigade Mobile.

“Jadi diharapkan tidak ada lagi pelanggaran-pelanggaran berkaitan dengan penyalahgunaan senjata api,” harapnya.

Pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai pelanggaran-pelanggaran yang berkaitan dengan penggunaan senjata api. Faktornya, kemungkinan karena tidak terampil yang disebabkan akibat idak pernah melaksanakan latihan rutin.

“Kemudian ditarik lagi ke belakang, ya, kembali lagi psikologinya tidak bisa memenuhi standar. Karena itu khusus di Korps Brimob sendiri, bagi siapa yang menggunakan atau pinjam pakai senjata api kita perketat standar-standar prosedur seperti itu dan kita evaluasi hampir tiap bulan untuk anggota-anggota pemegang senjata api,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *