Sapi Bobot 1,25 Ton Dijual di Depok, Segini Harganya

DEPOK– Sejumlah wilayah di Kota Depok sudah mulai ramai penjual hewan kurban. Salah satunya di Jalan Komjen M Jasin, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok. Mereka sudah membuka lapak sejak pekan lalu hingga Hari Raya Idul Adha.

Berbagai jenis sapi untuk kurban disediakan penjual sesuai kebutuhan pembeli. Puncak pembeli biasanya terjadi sepekan sebelum Idul Adha.

Salah satu lapak hewan kurban yang kerap menjadi perhatian banyak orang adalah Mall Hewan Kurban H. Doni di kawasan Kelapa Dua, Cimanggis.

Di sini banyak tersedia aneka jenis sapi baik dari Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara. Tahun ini, H. Doni menyiapkan 3.500 ekor sapi dan saat ini sudah terjual lebih dari 2.200 ekor.

“Sejak Januari kami sudah mulai berburu sapi. Total ada sekitar 3.500 ekor yang kami siapkan dari berbagai daerah,” kata H. Doni, Rabu (13/5/2026).

Ia mengakui, pengadaan sapi dalam jumlah besar menjadi tantangan tersendiri karena keterbatasan pasokan di dalam negeri.

“Kami ambil dari beberapa wilayah seperti NTT, NTB, Bali, Jawa, hingga Sumatera. Untuk mengumpulkan ribuan ekor itu kami harus keliling hampir enam provinsi,” tukasnya.

Dari sisi pilihan, konsumen ditawarkan beragam jenis sapi unggulan. Ada jenis Belgian Blue, Santa Gertrudis, Shorthorn, White Brahman, Limousin, hingga Simmental.

“Variasinya cukup lengkap,” ujarnya.

Rentang harga yang tersedia juga bervariasi, mulai dari kelas menengah hingga premium. Mulai dari Rp17 juta hingga ratusan juta.

Untuk saat ini, sapi dengan kategori premium turut mencatat angka yang cukup tinggi. Harga tertinggi yang dijual adalah Rp 150 juta.

“Tadi ada yang terjual Rp150 juta. Ada juga sapi jenis Santa Gertrudis seharga Rp125 juta dengan bobot sekitar 1,25 ton,” ucapnya.

Namun sapi dengan harga terjangkau pun tetap banyak dicari pembeli. Yang paling banyak diminati di harga Rp 20 -25 juta. Selain permintaan domestik, pasar luar negeri juga turut berkontribusi terhadap peningkatan penjualan.

“Ada permintaan dari Qatar, Dubai, Uni Emirat Arab, bahkan Saudi. Mereka memilih berkurban di Indonesia karena kondisi di sana sedang sulit untuk distribusi,” akunya.

Menurutnya, permintaan dari kawasan Timur Tengah mencapai hampir 500 ekor sapi. Distribusi sapi dilakukan melalui beberapa titik penjualan yang tersebar di wilayah Depok dan sekitarnya.

“Kami punya empat outlet, di Cileungsi, Tapos, Cisalak, dan di sini. Selain itu masih ada stok di Lampung,” tambah H. Doni.

Selain jumlah dan variasi harga, konsep pemasaran yang diterapkan juga menjadi daya tarik tersendiri. Pengelola melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pemasaran bergaya pramugari untuk memberikan pelayanan yang lebih ramah dan profesional kepada konsumen.

Salah satu tenaga pemasaran, Andini mengaku, perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja tersebut.

“Awalnya memang harus beradaptasi, terutama dengan aroma khas di sini. Tapi lama-lama jadi terbiasa. Kendalanya paling di bau saja, tapi selebihnya masih nyaman,” katanya.

Sementara itu, salah satu konsumen yang juga merupakan publik figur, Ratu Meta, mengaku memilih membeli sapi kurban di lokasi tersebut setelah membandingkan dengan beberapa tempat lain.

“Jadi saya tuh sebetulnya udah showing-showing ke beberapa tempat. Saya kan tahun ini pengen berkurban sapi yang besar ya, memang carinya yang lebih dari 1 ton,” kata Ratu Meta.

Ia mengaku baru pertama kali berkunjung ke lokasi tersebut dan merasa puas dengan pilihan yang tersedia.

“Ini, baru pertama, baru pertama saya melihat karena sapinya kan banyak banget ini. Pilihannya juga banyak dan alhamdulillah tadi dikasih harganya juga sesuai sama budget-nya,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *