DEPOK– Pendampingan terhadap pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi konsern PT Karabha Digdaya.
Tak hanya pelaku UMKM di Kota Depok, kini PT Karabha Digdaya juga melakukan pendampingan terhadap pelaku UMKM di Desa Pawenang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kali ini, PT Karabha Digdaya bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dan Bea Cukai untuk meningkatkan kesejahteraan kaum petani jahe di desa tersebut.
Desa Pawenang terkenal sebagai penghasil jahe gajah. Bahkan desa tersebut ditargetkan menjadi salah satu desa devisa.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Saur Maria Sidabutar mengatakan, banyak potensi yang dikembangkan agar hasil pertanian di tempat ini bisa menjadi komoditas ekspor.
Setidaknya, ada sebanyak 147 desa yang berada di kawasan ini berhasil memproduksi kualitas unggul jenis jahe gajah. Dan itu berpeluang besar masuk pasar global.
“Ini yang punya potensi pasar di dunia cukup luas dan kita butuh kolaborasi bersama para pemangku kepentingan,” katanya, Rabu (13/5/2026).
Dijelaskan bahwa, pasar sangat terbuka tapi harus ada supervisi dari para ekspor yang sudah berpengalaman.
Saat menyiapkan infrastrukturnya para petani ini tidak kesulitan dan ketika ada order dari luar negeri mereka siap juga untuk mengepak atau mempersiapkan packingnya.
“Sehingga ketika sampai ke luar negeri produknya standarnya tetap terjaga, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas,” ujarnya.
Saat ini para petani harus mencukupi permintaan dan harus memastikan kualitas dan itu menjadi tantangan mereka.
Oleh karenanya, LPEI bersama sejumlah pihak terkait akan turun langsung memberikan pendampingan.
“Nah pelatihan yang diberikan dalam sejumlah series nanti mempersiapkan mereka untuk satu memiliki bisnis etik atau etika bisnis. Kalau terjadi permintaan dan harus dipenuhi mereka harus memastikan kualitas tidak diturunkan, karena ada prinsip kalau kredibilitas itu dimiliki order akan datang terus, repeat order,” ungkapnya.
Selain itu, petani juga harus konsern menjaga kelestarian lingkungan.
“Pemahaman mereka terhadap penggunaan pesticida atau non-chemical itu sangat baik dan pasar Eropa akan menangkap produk-produk atau menyambut produk-produk yang ramah lingkungan dan ini one of the product yang bisa represent kita sudah environmental friendly,” tukasnya.
Menurutnya, jahe gajah dari Nagrek, Sukabumi bisa tembus pasar lima benua. Menurutnya tak sulit, karena herbal adalah kebutuhan yang paling banyak dicari untuk industri kesehatan.
Dilihat dari potensi di Sukabumi, 147 desa yang terlibat dan diharapkan mampu ekspor perdana sebagai target awal.
“Artinya membawa manfaat yang bisa dirasakan oleh para petani yang tergabung di dalamnya. Itu dulu. Tadi kami sebutkan rempah-rempah itu di pasar Asia cukup besar. Negara tetangga juga. Tapi kalau bisa merambah sampai ke benua Eropa, nah itu akan lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Plt. Corporate Secretary PT Karabha Digdaya Andy Revy Rohadian mengatakan, ini adalah bagian dari aksi nyata atau komitmen korporasi terhadap pengembangan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam hal ini adalah pengembangan UMKM.
“Dalam hal ini adalah mendukung calon eksportir, yaitu jahe gajah ya. Kami sangat berbesar hati dan berbangga bahwa keberadaan PT Karaba berkontribusi positif dan semoga ke depannya akan lebih maksimal lagi hadir di tengah masyarakat dan bisa mendorong ekspor ataupun kegiatan-kegiatan TJSL lainnya,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor (PLI) Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Betty Endang Purbawati Aprilyana mengatakan, jika ingin menembus pasar lima benua, hal yang perlu diperhatikan adalah pemahaman tentang pemberitahuan ekspor barang.
“Dan kami sebagai Bea Cukai meyakinkan kepada para petani, memberi semangat bahwa ekspor itu mudah dan tidak ada halangan untuk mereka dapat menembus lima benua,” katanya.
Ia memastikan, pihaknya akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua instansi yang ada.
“Semoga, mohon doanya ya, bahwa kita mampu nanti menembus lima benua,” harap Betty.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DKUKM) Kabupaten Sukabumi, Tuty Harahap, mengapresiasi dukungan dan pendampingan yang diberikan pada para petani di daerahnya.
“Ini peluang yang luar biasa, karena potensi di kabupaten ini sebetulnya sangat-sangat luar biasa kalau bahasa kita sebetulnya palugada (apa lu mau gua ada). Karena kabupaten ini adalah kabupaten terluas sepulau Jawa,” katanya.

