AM Hendropriyono Ingatkan Agar Warga Waspada terhadap Praktik Adu Domba Sesama Anak Bangsa

DEPOK- Berbagai situasi yang berkembang belakangan ini mendapat sorotan eks Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono. Dia mengingatkan seluruh elemen bangsa untuk mewaspadai adanya adu domba pihak tertentu.

Menurutnya, upaya adu domba itu dilakukan melalui penyebaran informasi yang tidak benar, hoaks dan provokasi.

“Kita semua perlu waspada terhadap berbagai informasi yang tidak benar, apalagi fitnah, hoaks, dan provokasi yang sengaja disebarkan untuk mengadu domba sesama anak bangsa,” kata AM Hendropriyono seperti dikutip, Jumat (19/6/2026).

Gur besar intelijen itu menyebutkan, sejarah telah menunjukkan bahwa perpecahan sering kali diawali oleh informasi yang menyesatkan dan kecurigaan yang sengaja ditanamkan di tengah masyarakat. Menurut dia, perbedaan pendapat dalam negara demokrasi harus terjadi dalam mekanisme yang sah, damai, dan konstotusional.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap setiap upaya yang mendorong kebencian, permusuhan, atau tindakan inkonstitusional yang mengancam pemerintahan yang sah.

Dalam kondisi seperrti sekarang ini, dinilainya sangat penting untuk selalu mengedepankan akal sehat, tabayun, dan penghormatan terhadap hukum.

“Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumber dan tujuannya,” ujarnya.

Menurut dia, persatuan bangsa, ketertiban konstitusi, dan keselamatan negara harus selalu ditempatkan di atas kepentingan golongan maupun ambisi politik sesaat.

Ditegaskan bahwa demokrasi hanya dapat berkembang dengan baik apabila perbedaan disalurkan melalui cara-cara yang damai, beradab, dari konsitusional. Semua upaya inkonstitusional yang mengancam persatuan bangsa dan pemerintahan yang sah, dinilainya, tidak boleh mendapatkan empat dalam kehidupan bernegara.

Dalam kesempatan yang sama dia juga menanggapi beredarnya tuduhan yang mengaitkan dirinya  berada di balik gerakan yang mengkritik keras pemerintah.

“Saya menegaskan bahwa saya dan orang-orang yang dekat dengan saya tidak terlibat, tidak mendukung, dan tidak pernah memerintahkan siapa pun untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan yang sah,” tegasnya.

Penyampaian pendapat di muka umum dalam negara demokrasi, menurut dia, harus tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusional. Segala tuduhan yang mengaitkan dirinya atau orang-orang di sekitarnya beragenda menggulingkan pemerintah tanpa bukti yang sah, ditegaskannya sebagai  hoaks dan fitnah.

Dia mengungkapkan bahwa sejak dulu  dirinya telah mengabdikan kepada negara dalam berbagai penugasan.

“Prinsip saya tetap sama: menjaga keutuhan NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan stabilitas nasional,” ungkapnya.

Kritik terhadap kebijakan pemerintah di negara demokrasi manapun, kata dia, tidak boleh bertujuan untuk merebut atau menggulingkan kekuasaan.

“Hal itu bukanlah jalan yang saya yakini,” kata Hendropriyono mengungkapkan.

Dia pun mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya pada hoaks dan selalu memeriksa fakta sebelum menyebarkan informasi. “Saya tidak pernah dan tidak akan berada di belakang demonstrasi apa pun untuk menggulingkan pemerintah,” ujar dia.

Komitmen terhadap Sumpah Prajurit, menurut Hendropriyono, dipegangnya terus sejak masih aktif dulu sampai dengan  purnawirawan saat ini. Komitmen yang dimaksudkannya itu adalah menjaga negara, bukan malah merusaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *