Niat Jualan Peyek Buat Belanja Ketupat, Mak Fatimah Malah Jadi Korban Penipuan Pembeli Gasak Dagangannya Senilai Rp 500 Ribu

emak fatimah

DEPOK- Malang nasib yang menimpa Mak Fatimah, warga Kp Kebon Kopi RT 02/ RW 07 Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Depok. Nenek yang sudah 25 tahun berjualan peyek dan keripik di Pasar Lama itu menjadi korban penipuan yang dilakukan seorang pembeli wanita tak dikenal.

Kejadian bermula saat Mak Fatimah berjualan pada Kamis (5/6) atau sehari menjelang idul Adha. Dia memang sengaja berjualan dengan maksud hasilnya akan dibelanjakan ketupat dan dimakan di saat Idul Adha. Sayangnya dia malah kena tipu ratusan ribu karena dagangannya ludes digasak.

“Hati emak mah nih kalau udah laku mah emak bakal beli ketupat, emak mesen sama anak, ini emak mau dagang besok. Kata anak begini, jangan dagang ngapa mak. Mak pengen makan ketupat neng besok kali-kali dapet daging begitu boleh warga begitu. Kali kali dapet daging, emak pengen makan ketupat sama semur. Cuma emak ngomong begitu,” katanya, Jumat (6/6/2025).

Pada hari kejadian, dirinya baru saja datang dan keliling di pasar. Ada satu pembeli yang membeli satu bungkus keripiknya. Setelah itu datang seorang wanita memakai baju panjang, kerudung merah marun dan berkacamata serta menggunakan masker dan mengaku hendak memborong dagangannya. Hati Mak Fatimah pun senang luar biasa karena dia bisa langsung belanja ketupat dan pulang ke rumah. Namun kenyatan pahit yang harus ditelan Mak Fatimah. Pembeli dengan ciri wanita bertubuh kurus tinggi itu tak kunjung kembali setelah membawa seluruh keripik dan peyeknya.

“Mak keliling tada orang satu beli satu bungkus. Terus ada orang datang lagi nanya, Mak itu keripik pisang berapa duit sebungkusnya?  Boleh Mak saya borong? Boleh, jawab emak begitu,” ceritanya.

Wanita itu meminta dirinya mencari plastik besar. Karena tidak punya, Mak Fatimah pun berusaha mencari plastik berukuran besar. Wanita itu kemudian mengajak dirinya ke tempat yang sepi. Karena tidak merasa curiga, Emak Fatimah pun mengikuti saja.

“Sana deh mak saya bungkusin saya minta diplastikin yang gede. Dia begini, mak sana yuk tempat sepi, iya ayo dah neng. Motor saya disitu, iya dah neng begitu. Entar saya udah muatin ke plastik tuh keripik pisang sama keripik singkong peyek,” ujarnya.

Wanita itu kemudian mengajak dirinya mengobrol sehingga tidak ada kecurigaan apapun yang dirasa Emak Fatimah. Kemudian wanita itu membawa seluruh dagangan Emak Fatimah dan memintanya menunggu di tempat tersebut. Namun sudah lama menunggu, wanita itu tidak kunjung kembali. Disitulah Emak Fatimah baru sadar dirinya terkena tipu.

“Saya bawa dulu ya mak, iya dah neng bawa. Tunggu ya mak disini.Tunggu makin lama makin lama, emak juga rasanya udah pegel udah pengen minum, rasanya udah anu banget gitu. Yaudah terus begitu nggak balik lagi lah, nggak nganterin duit sama emak,” ceritanya.

Mak Fatimah sempat berkeliling pasar dan menanyakan kepada orang-orang apakah melihat wanita dengan ciri yang dimaksud. Namun orang sekitar pasar tidak ada yang tahu ciri wanita yang menipu dirinya.

“Emak keliling dah tuh nyari orang, minta dianterin kemana itu orang perginya, karena baru laku satu gitu,” ungkapnya.

Karena tak kunjung ketemu sang penipu, Fatimah putus asa dan akhirnya menangis histeris di pasar. Untungnya ada orang yang menolong danmemberi uang untuk ongkos pulang.

“Ada yang nolongin tuh emak nangis. Kata itu orang pasar begini, ya mak ntar juga dapet lagi rejeki. Emak pulang dah tuh, dibagi sama orang tuh (uang) Rp 50ribu,” ungkapnya.

Emak Fatimah sudah 25 tahun berjualan di Pasar Lama. Biasanya dia jualan di dekat mushola.

“Emak dagang di Lio, Pasar Lama, dekat Mushola gitu, dekat TK disitu emak dagang. Emak duduk disitu, banyak tukang sayuran di pasar. Emak jualan udah 25 tahun disitu dagang, yang orang apa juga pada kenal sama emak disitu,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *