DEPOK- Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok telah mengumumkan seleksi calon sekretaris daerah (Sekda) Depok. Ada tiga nama yang dinyatakan lolos seleksi.
Mereka adalah Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman atau Abra; Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (BAPPEDA) Kota Depok, Dadang Wihana; dan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Depok, Mangnguluang Mansur atau Agung.
Menanggapi hal itu, Dadang mengatakan, dirinya telah berusaha sebaik mungkin mengikuti proses seleksi. Untuk keputusan siapa yang akan dipilih merupakan hak prerogratif wali kota.
“Semua hak prerogatif Pak Wali, jadi seluruh proses sudah diikuti dengan baik dan profesional, dengan proses yang baik dan berintegritas. Insya Allah nanti akan membawa kemaslahatan dalam mengusung visi misi bersama Depok maju sebagaimana yang diusung oleh Pak Wali,” katanya, Kamis (31/7/2025).
Saat ini dia mengaku tinggal menunggu hasil saja. Menurutnya, apapun yang diputuskan wali kota merupakan yang terbaik.
“Apapun hasilnya yang diputuskan Pak Wali itulah yang terbaik untuk mendukung beliau dalam mengusung visi misi dan mengusung RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah),” ujarnya.
Jika nanti terpilih, Dadang mengaku ada skala prioritas yang akan dilakukan. Dia akan melakukan orkestrasi birokrasi untuk menunjang program Wali Kota-Wakil Wali Kota Depok 2025-2030.
“Ya, orkestrasi birokrasi. Jadi kalau untuk program kegiatan sudah ada di RPJMD, kebetulan saya sendiri bagian dari yang menyusun RPJMD sebagai ketua tim. Dan tadi bagaimana untuk menjalankan itu, maka kuncinya adalah mengorkestrasi birokrasi itu supaya solid,” tukasnya.
Dikatakan, jabatan Sekda adalah sebagai chief collaborator. Menurutnya, tantang yang ada di Kota Depok memang berat, namun peluang yang bisa dibuat juga sangat besar. Sehingga kata Dadang, perlu orkestrasi, birokrasi yang profesional.
“Prioritasnya adalah untuk melakukan kolaborasi sebagaimana yang kemarin saya sampaikan di makalah, bahwa sekda itu sebagai chief kolaborator, tantangan Depok itu cukup berat, tapi peluang Depok untuk lebih maju itu besar. Jadi kuncinya adalah kolaborasi,” ucap pria yang telah 30 tahun menjadi ASN Depok itu.

