DEPOK- Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menggelar Wisuda ke-41 Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) Tahun Akademik 2024/2025. Sebanyak 2.584 lulusan yang ikut dalam wisuda yang digelar di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok.
Wisudawan tahun ini terdiri atas 1.376 wisudawan dan 1.208 wisudawati dari program Magister Terapan, Sarjana Terapan, dan Diploma. Jumlah wisudawan tahun ini lebih banyak dibandung tahun lalu yang hanya 2.116 wisudawan.
Direktur PNJ, Syamsurizal mengatakan, meningkatnya jumlah wisudawan karena ada beberapa program studi yang menambah kapasitas kelas dari dua menjadi tiga kelas. Dia menyebut bahwa PNJ bukan hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga memastikan mahasiswa relevan dengan kebutuhan industri.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Wisuda Ke-41 PNJ berjalan lancar, tertib, dan khidmat. Jumlah wisudawan meningkat karena ada beberapa program studi yang menambah kapasitas kelas dari dua menjadi tiga kelas,” katanya, Minggu (21/9/2025).
Syamsurizal menuturkan, ada 72 persen lulusan tahun lalu mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan. Sebanyak 35 persen wisudawan tahun ini telah bekerja bahkan sebelum resmi diwisuda. Mereka diterima di berbagai perusahaan besar, seperti PT Badak NGL, PT LiuGong, hingga PT Aneka Tambang (Antam).
“Banyak mahasiswa PNJ yang langsung ditawarkan bekerja setelah menjalani program magang. Bahkan ada yang sudah bekerja sejak semester akhir,” ujarnya.
PNJ menerapkan program magang minimal satu semester yang menjadi ciri khas pendidikan vokasi. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja nyata, tetapi juga menjadi jalur rekrutmen langsung dari industri.
PNJ mengusung konsep Project Based Learning (PBL). Model pembelajaran ini membuat mahasiswa terlibat langsung dalam proyek yang dikerjakan bersama industri.
“Banyak industri yang mengambil project mahasiswa PNJ untuk diimplementasikan di perusahaan mereka. Hal ini membuktikan bahwa PBL sangat relevan dengan dunia industri,” ungkapnya.
PNJ secara rutin melakukan evaluasi kurikulum setiap tiga tahun, bahkan bisa setahun sekali jika diperlukan.
“Kami selalu mengundang perwakilan industri untuk menyampaikan apa saja yang mereka butuhkan. Dari situ kami mendesain ulang kurikulum agar sesuai kebutuhan pasar kerja,” paparnya.
Tahun lalu hanya 28 persen lulusan yang sudah bekerja saat wisuda, tahun ini jumlahnya meningkat. Angka ini menunjukkan tren positif dan bukti bahwa lulusan PNJ semakin dicari oleh perusahaan. Fenomena tersebut, tambah Syamsurizal hampir merata di semua program studi. Bahkan beberapa wisudawan terbaik langsung direkrut industri pada saat magang di semester akhir.
“Politeknik itu punya keunggulan. Program magang membuat mahasiswa benar-benar siap kerja, dan industri melihat itu sebagai investasi jangka panjang,” pungkasnya.

