DEPOK– Keberadaan PT Karabha Digdaya (PT KD) di Kecamatan Tapos memberikan sentuhan tersendiri bagi pertumbuhan wilayah tersebut. Sebagai entitas bisnis yang bergerak di bidang golf dan properti, PT Karabha Digdaya tetap concern untuk tumbuh bersama warga sekitar.
Corporate Secretary PT Karabha Digdaya, Priambodo mengatakan, sejak awal pengembangan kawasan Tapos, PT Karabha Digdaya telah berkomitmen untuk tumbuh bersama warga dan lingkungan sekitar.
Dia menegaskan, prinsip ini bukan sekadar slogan, tetapi diterapkan dalam berbagai kebijakan dan program Perusahaan.
“Pembangunan kawasan tidak cukup hanya membangun fisiknya. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana keberadaan kawasan ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya, Rabu (24/12/2025).
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui pembangunan berbasis dampak sosial yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan. Melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Perusahaan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem, bukan sekadar pihak di sekitar kawasan.
Salah satu hal nyata yang dilakukan adalah aktif menggelar berbagai pelatihan bagi kelompok masyarakat lainnya, seperti ibu-ibu PKK dan anak-anak muda di wilayah Tapos.
Pelatihan tersebut meliputi pengembangan keterampilan, kewirausahaan, pengelolaan usaha rumahan, hingga peningkatan kapasitas generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan ekonomi kedepan.
“Melalui kegiatan ini, Perusahaan berharap potensi warga dapat terus berkembang, sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tingkat keluarga dan komunitas,” ujarnya.
PT Karabha Digdaya juga concern terhadap kelestarian lingkungan. Yaitu dengan menggelar bersih-bersih kawasan, edukasi pengelolaan sampah, serta partisipasi warga dalam kampanye kepedulian lingkungan.
“Kegiatan-kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan kawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Priambodo.
Selain program pemberdayaan, Karabha Digdaya menghadirkan CGE Avenue sebagai ruang publik yang terbuka dan inklusif. Ruang ini dirancang sebagai tempat bertemunya masyarakat, UMKM, dan kawasan.
Berbagai kegiatan rutin digelar di CGE Avenue, mulai dari pelatihan UMKM, aktivitas komunitas, kegiatan sosial, hingga acara kreatif warga. Aksesnya terbuka dan dirancang agar tidak eksklusif.
“Kami ingin ruang ini benar-benar hidup dan dimanfaatkan bersama oleh warga,” ungkapnya.
Priambodo menambahkan, kehadiran PT Karabha Digdaya di kawasan Tapos mendapat penerimaan baik dari berbagai lapisan masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan dialog, keterbukaan, serta konsistensi program sosial membuat hubungan Perusahaan dan warga terbangun secara harmonis.
“Bagi PT Karabha Digdaya, keberhasilan pembangunan kawasan tidak hanya diukur dari bangunan yang berdiri, tetapi dari manfaat sosial dan ekonomi yang dirasakan bersama,” tukasnya.
Kedepan, Perusahaan berkomitmen melanjutkan pengembangan kawasan Tapos secara berkelanjutan, dengan UMKM, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat sebagai pilar utama.
“Karena di Tapos, pembangunan bukan hanya tentang hari ini, melainkan tentang masa depan yang tumbuh bersama warganya,” kata Priambodo.

Bukti Nyata Dukungan PT Karabha Digdaya untuk Warga Tapos
Salah satu fokus utama Karabha Digdaya di Tapos adalah pemberdayaan UMKM lokal. Perusahaan melihat UMKM sebagai potensi ekonomi yang besar, namun membutuhkan pendampingan agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Keterlibatan UMKM tidak dilakukan secara instan. Prosesnya dimulai dari kurasi, lalu dilanjutkan dengan pendampingan yang mencakup pelatihan manajemen usaha, penguatan branding dan kemasan, pemasaran digital, hingga fasilitasi sertifikasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
“UMKM terpilih juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan event di kawasan sebagai sarana promosi dan perluasan pasar,” tambah Priambodo.
Salah satu UMKM binaan yang sudah naik kelas adalah katering Nain Toe Sik milik Dwi Komalasari. Usaha yang dirintis sejak 2018 itu awalnya hanya melayani pesanan kecil dengan menu harian.
“Dulu jualannya masih sedikit, paling 1 sampai 10 porsi,” katanya.
Setelah mengikuti program pendampingan Karabha Digdaya, usahanya berkembang pesat. Kini, Nain Toe Sik mampu memproduksi hingga 1.000 porsi nasi box, serta memiliki produk unggulan seperti bolu gulung, rendang, dan dendeng.
Pasarnya pun meluas ke Jabodetabek, Bandung, hingga luar kota. Berbagai institusi di sekitar Tapos kini menjadi pelanggan tetap.
“Kegiatan dan event di kawasan sangat membantu. Produk kami jadi lebih dikenal,” ujarnya.
Cerita serupa datang dari Ibu Sari, pelaku UMKM Sambel Juguran. Usaha sambal kemasan yang dirintis sejak 2019 sempat berjalan di tempat dengan penjualan yang lambat.
“Waktu itu rasanya usaha tidak berkembang,” kenangnya.
Melalui pelatihan, bantuan mesin produksi, serta keikutsertaan dalam pameran nasional dan internasional, Sambel Juguran mengalami lonjakan signifikan. Produksi meningkat, pasar meluas, dan produknya kini masuk ke supermarket modern.
“Yang paling terasa itu kepercayaan diri. Penghasilan meningkat, karyawan terbantu, bahkan petani sekitar ikut merasakan manfaatnya,” pungkasnya.

