DEPOK- Universitas Indonesia (UI) kini memiliki 40 sistem digital terintegrasi yang diluncurkan dalam UI Digital Leap 2026. Ini merupakan bagian penting dari transformasi digital di UI karena mengakselerasi sistem digital yang terintegrasi.
Rektor UI, Prof. Heri Hermansyah mengatakan, transformasi digital merupakan kebutuhan strategis bagi universitas modern dalam meningkatkan kualitas layanan, efisiensi tata kelola, serta transparansi pengelolaan institusi.
“Pengembangan sistem informasi di UI harus mampu memberikan dampak nyata bagi seluruh sivitas akademika, khususnya dalam mendukung aktivitas akademik, administrasi, dan pengambilan keputusan berbasis data,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Dengan jumlah lebih dari 4.000 dosen dan lebih dari 50.000 mahasiswa, sistem digital yang terintegrasi menjadi kebutuhan penting bagi keberlanjutan pengelolaan universitas.
“Transformasi digital bukan hanya tentang membangun sistem informasi, tetapi juga memastikan bahwa perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap tata kelola universitas dan kualitas layanan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Infrastruktur dan Fasilitas UI, Prof. Agus Setiawan menyampaikan laporan mengenai perkembangan agenda transformasi digital yang telah dijalankan oleh universitas.
Dikatakan, pengembangan transformasi digital UI diawali dengan penyusunan IT Master Plan UI yang diselaraskan dengan Rencana Strategis Universitas Indonesia 2025–2029.
“Dokumen ini menjadi landasan utama dalam pengembangan sistem digital serta integrasi layanan di berbagai sektor universitas,” katanya.
Transformasi digital UI dibangun melalui empat pilar utama, yaitu pengembangan aplikasi, penguatan tata kelola dan kebijakan teknologi informasi, peningkatan operasional layanan, serta modernisasi infrastruktur digital.
Total terdapat 40 sistem digital yang dikembangkan oleh Direktorat Transformasi Digital UI.
“Dari jumlah tersebut, sekitar 10 sistem telah sepenuhnya dikembangkan, 25 sistem masih dalam tahap penyempurnaan, dan 5 sistem lainnya masih berada dalam tahap perancangan,” ujarnya.
Seluruh pengembangan ini dilakukan dengan prinsip integrasi, standardisasi, serta penguatan platform digital yang saling terhubung dalam mendukung berbagai layanan universitas.
Pengembangan sistem tersebut mencakup berbagai bidang strategis di lingkungan UI, mulai dari dukungan bagi pimpinan hingga berbagai sektor lainnya.
Seperti bidang akademik; Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sumber Daya; Bidang Riset, Inovasi, Mahasiswa dan Alumni; Bidang Infrastruktur dan Fasilitas; Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga; serta Badan Manajemen Risiko dan Kepatuhan.
Melalui peluncuran UI Digital Leap 2026, Universitas Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat integrasi sistem digital, meningkatkan efisiensi tata kelola, serta menghadirkan layanan yang lebih modern, transparan, dan terintegrasi bagi seluruh sivitas akademika.

