Warga Depok, Siap-siap Lebaran Depok 2026 Akan Digelar Mei Mendatang

Hamzah

DEPOK– Agenda Lebaran Depok 2026 siap digelar. Agenda tahunan ini digelar atas kerja sama Kumpulan Orang-orang Depok (KOOD) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Ketua Panitia Lebaran Depok 2026, Hamzah mengatakan, Lebaran Depok digelar selama lima hari pada 5-9 Mei 2026.

Pada acara pembukaan nanti akan digelar serentak dari mulai Kecamatan Tapos, Cipayung dan Bojongsari.

“Pada Tanggal 5 Mei akan dilakukan pembukaan yang dilaksanakan secara serentak dari Kecamatan Tapos, Cipayung dan Bojongsari,” katanya, Kamis (2/4/2026).

Sebagai tahap awal, untuk kepanitian Lebaran Depok sudah terbentuk. Hamzah terpilih sebagai ketua atas kesepakatan seluruh unsur yang terlibat.

“Dan saya dipilih menjadi ketua panitia oleh seluruh unsur. Kemarin yang hadir dari unsur pemerintah dari unsur DPRD, KOOD, lalu Kepolisian, TNI, itu hadir semuanya,” ujarnya.

Secara garis besar, rangkaian acara sama dengan tahun lalu. Terdiri dari parade seni budaya dan penampilan dari sejumlah pihak.

Hanya saja tahun ini akan banyak ditampilkan unsur budaya, termasuk Budaya Betawi.

“Hari ini kita sudah membuat sebuah proposal dimana kegiatannya kegiatan seni budaya, penampilan-penampilan seperti tahun yang lalu. Bagaimana Budaya Nusantara itu akan kita tetap tampilkan. Dan juga Lenongan masih tetap ada,” ungkapnya.

Sebagai gambaran, nanti akan ada penampilan tari-tarian dari seluruh Nusantara.

Kemudian juga akan ada hiburan untuk warga. Bahkan akan ada penampilan band terkemuka.

Namun saat ini Hamzah masih belum bisa menyebut nama band tersebut

“Rencananya kita akan menampilkan band ternama, yang belum bisa kami sebutkan. Kami khawatirnya karena kontraknya belum dibuat,” tukasnya.

Rangkaian budaya yang akan ditampikan mulai dari kuliner khas Depok hingga tradisi keseharian orang Depok zaman dulu.

“Misalnya seperti tradisi Rantangan, Ngaduk Dodol, terus Bersihin Perabotan. Semuanya itu nanti akan ditampilkan,” katanya.

Yang menarik, kata Hamzah, seni budaya yang ditampilkan itu akan dikenalkan oleh siswa-siswa.

Nanti juga akan dilibatkan guru dalam Pawai Budaya. Dan rencananya Lebaran Budaya Depok akan diajukan sebagai kurikulum di sekolah.

“Maka pada Pawai Budaya kita mengundang guru-guru sekolah untuk ikut memberikan Pawai Budaya di hari penutupan yang akan kita rangkai pada kali itu. Kita tetap usulkan dan mudah-mudahan ini bisa Hdirealisasikan oleh Pak Wali, disetujui supaya kurikulum ini bisa masuk kurikulum kebudayaan Depok,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *