DEPOK– Wali Kota Depok mengimbau agar ucapan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok tidak berupa karangan bunga.
Hal itu tertuang dalam Surat Himbauan Nomor 400.14.12/214/DLHK/2026 tentang Himbauan Ucapan Selamat HUT ke-27 Kota Depok yang ditandatangani Wali Kota Depok, Supian Suri pada 14 April 2026.
Dalam surat tersebut tertulis keterangan bahwa ucapan tidak dalam bentuk karangan bunga, melainkan bentuk pohon.
Hal itu dilakukan untuk mendukung program penghijauan dan meminimalisir timbunan sampah.
“Maka ucapan selamat HUT ke-27 Kota Depok diimbau tidak dalam bentuk karangan bunga tetapi dalam bentuk pohon,” tulis Supian dalam suratnya, Senin (20/4/2026).
Pohon yang direkomendasikan antara lain pohon Tabebuya/ Mahoni/Kamboja. Tinggi pohon sekitar 2 meter dan atau diameter 10 CM.
Sementara itu, Plt. Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni mengatakan pertimbangan imbauan wali kota adalah karena alasan pelestarian alam.
Selain mengurangi sampah, ucapan dengan pohon memiliki kekuatan lebih lama dibanding karangan bunga.
“Selain itu juga lebih bernilai (value for money),lebih ramah lingkungan dan untuk penghijauan serta konservasi lingkungan karena Karangan bunga sering berakhir jadi sampah besar,” katanya.
Selaras dengan tema besar HUT ke-27 Kota Depok yaitu Bersama Depok Maju, dimana salah satu indikator kota maju adalah lingkungan terjaga.
“Jadi ini adalah bentuk nyata Kota Depok menjaga lingkungan tetap lestari,” ucapnya.
Nantinya pohon-pohon tersebut akan ditanam di segmen 1 Jalan Margonda, sempadan sungai dan lahan-lahan kritis lainnya.
Program ini hanya bersifat imbauan sehingga tidak ada target khusus. Namun, harapannya lebih dari 200 pohon yang akan terkumpul pada 27 April 2026.
“Untuk target jumlah pohon, karena ini sifatnya himbauan maka tidak ada target jumlah. Harapannya lebih dari 200 pohon dan semua ucapan dalam bentuk pohon tersebut akan kami display di 27 April 2026,” tukasnya.
Reni menjelaskan, ucapan dengan bentuk pohon akan lebih bermanfaat lebih ramah lingkungan dan untuk konservasi.
Sedangkan karangan bunga sering berakhir jadi sampah besar. Diakui bahwa karangan bunga memang indah tapi cepat jadi sampah.
Sedangkan tanaman hidup selain indah juga bermanfaat dan berkelanjutan.
“Tanaman hidup justru menyerap CO₂, menghasilkan oksigen dan bisa dipelihara atau ditanam kembali,” pungkasnya.

